Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Menumpuk di Kota Besar, Kopdes Merah Putih Jadi Andalan di Desa
HAIJABAR.ID – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menyoroti fenomena penumpukan pendaftaran lapangan kerja di kota-kota besar.
Menurutnya, kondisu tersebut perlu diatasi dengan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di desa melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Farida mengatakan kehadiran Kopdes Merah Putih tidak hanya bertujuan memperkuat ekonomi desa, tetapi juga membuka lapangan kerja baru sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada pekerjaan di kota-kota besar.
Hal tersebut ia sampaikan beberapa waktu lalu.
Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Menumpuk di Kota Besar
Menurut Farida, negara saat ini tengah berupaya mendampingi masyarakat desa agar mampu mengelola potensi wilayahnya sendiri dan memperoleh manfaat ekonomi dari sumber daya yang dimiliki.
“Mereka yang punya tanah, mereka yang punya kekayaan itu ya seharusnya mereka yang berkuasa dan menguasai. Kalau mereka belum sanggup, mereka secara SDM belum. Nah ini tugasnya negara hadir untuk mendampingi mereka,” kata Farida.
Karena itu, ia menyayangkan apabila masih ada masyarakat yang menolak kehadiran Kopdes Merah Putih.
Sebab, menurutnya, program tersebut dirancang agar warga desa menjadi pelaku utama dalam mengelola potensi ekonomi di wilayahnya sendiri.
“Justru kita sangat menyayangkan kalau ada warga desa yang menolak kehadiran Koperasi Desa Merah Putih. Negara sedang hadir mendampingi mereka agar mereka berdaya, berkuasa di tanah mereka sendiri,” ucapnya.
Farida menilai penguatan ekonomi desa juga menjadi strategi pemerintah menghadapi bonus demografi pada 2030-2045.
Menurutnya, tanpa penciptaan lapangan kerja di desa, lulusan sekolah maupun perguruan tinggi akan terus menumpuk mencari pekerjaan di kota besar.
“Kalau ini tidak diberdayakan di setiap desa maka yang terjadi adalah penumpukan pendaftaran lapangan pekerjaan di kota-kota besar,” ucapnya.
Kopdes Jadi Andalan Buka Lapangan Kerja
Farida mengatakan saat ini banyak lulusan perguruan tinggi memilih tetap tinggal di kota untuk mencari pekerjaan.
Ia menyinggung peristiwa membludaknya pelamar kerja di Bekasi sebagai gambaran ketatnya persaingan kerja di perkotaan.
Karena itu, pemerintah berharap Kopdes Merah Putih dapat menjadi motor pembukan lapangan kerja baru di desa sehingga masyarakat tidak perlu bermigrasi ke kota untuk mencari pekerjaan.
“Maka Koperasi Desa Merah Putoh ini diharapkan agar pembukaan lapangan pekerjaan ini merata di desa-desa, bukan numpuk di kota-kota besar. Siapa yang akan menerima manfaat? Ya desanya,” kata Farida.
Ia juga mengaitkan program tersebut dengan targeet pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus dirasakan hingga ke tingkat desa melalui pemerataan kesempatan kerja dan pengelolaan potensi daerah oleh masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan