Viral Wanita Korban Curanmor Ngaku Diintimidasi Saat Cari Pelaku di Bekasi, Polisi Buru 2 Terduga Pelaku
HAIJABAR.ID – Seorang perempuan mengaku menjadi korban dugaan intimidasi dan penganiayaan saat mendatangi rumah seseorang yang diduga mencuri sepeda motor miliknya di Kelurahan Medan Satria, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.
Viral Wanita Korban Curanmor Ngaku Diintimidasi Saat Cari Pelaku di Bekasi
Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah diunggah melalui akun Instagram @violaptriii_ dan memicu perhatian publik.
Dalam video yang beredar, korban tampak menangis histeris sambil meminta pertolongan di tengah kerumunan warga. Ia menuding warga hingga Ketua RT setempat membiarkan terduga pelaku pencurian sepeda motor melarikan diri.
Polisi Ungkap Kronologi Dugaan Curanmor di Medan Satria
Kanit Reskrim Polsek Medan Satria, AKP Isack Erixon mengatakan kasus bermula dari pencurian sepeda motor Honda Beat milik korban di kawasan pinggir Kali, depan Pergudangan Logos, Kecamatan Medan Satria pada Selasa, (28/7/2026) malam.
Keesokan harinya, korban bersama ibu, adik perempuan, dan seorang rekannya kembali ke lokasi untuk mencari rekaman pengawas (CCTV).
Dari rekaman tersebut, korban mengaku mengenali sosok yang diduga sebagai pelaku karena bekerja di tempat yang sama.
“Antara korban dan pelaku rupanya saling kenal karena mereka satu kerjaan, jadi korban mengenali orangnya,” kata Isack.
Berbekal informasi itu, pada Kamis (30/7/2026) korban bersama keluarganya mendatangi tempat kos terduga pelaku untuk meminta klarifikasi.
Namun, terduga pelaku membantah tuduhan tersebut dan menghubungi seorang rekannya. Rekan tersebut kemudian menyarankan agar persoalan diselesaikan di rumah Ketua RT setempat.
Alih-akih mereda, situasi justru semakin memanas hingga memicu keributan yang mengundang perhatian warga sekitar.
“Sampai di rumah Pak RT masih terjadi keributan. Dari situ ada yang menghubungi Bhabinkamtibmas dan anggota piket Polsek Medan Satria,” kata Isack.
Sebelum polisi tiba di lokasi, terduga pelaku diduga sudah meninggalkan tempat. Kondisi tersebut kemudian memunculkan anggapan dari korban bahwa Ketua RT dan warga membiarkan pelaku kabur.
Ketua RT Tidak Tahu Kasusnya Dugaan Curanmor
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Isack menegaskan Ketua RT tidak mengetahui bahwa keributan yang terjadi berkaitan dengan dugaan pencurian sepeda motor.
Menurutnya, Ketua RT hanya mendapat informasi adanya keributan di wilayahnya sehingga langsung menghubungi kepolisian.
Setelah situasi kondusif, korban dibawa ke Polsek Medan Satria dan diarahkan membuat laporan polisi terkait dugaan pencurian kendaraan bermotor.
Namun, laporan belum dapat dibuat saat itu karena korban tidak membawa STNK dan BPKB sebagai syarat administrasi.
“Korban berjanji akan mengambil STNK di rumah. Tetapi sampai keesokan harinya yang bersangkutan tidak kembali ke Polsek untuk melengkapi persyaratan,” ujar Isack.
Pada Sabtu (1/8/2026), video keributan tersebut viral di media sosial. Polisi kemudian kembali menghubungi korban dan mendapat informasi bahwa laporan pencurian telah dibuat di Polres Metro Bekasi Kota.
Meski demikian, Polsek Medan Satria tetap berkoordinasi dengan Polres Metro Bekasi Kota dalam proses penyelidikan.
Motor Korban Ditemukan
Dalam penyelidikan, polisi berhasil menemukan sepeda motor Honda Beat milik korban di rumah mertua terduga pelaku kedua sebelum akhirnya dikembalukan kepada pemiliknya.
“Modusnya motor dipatahkan setangnya, kemudian didorong dan disetut oleh terduga pelaku kedua sebelum disimpan di rumah mertuanya,” kata Isack.
Kapolsek Medan Satria AKP Tri Baskoro Bintang Wijaya mengatakan identitas dua terduga pelaku sudah dikantongi dan kini masih dalam pengejaran.
Ia juga kembali menegaskan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan Ketua RT tidak mengetahui bahwa keributan tersebut berkaitan dengan kasus curanmor.
“Pak RT awalnya tidak tahu bahwa persoalan tersebut adalah kasus curanmor. Yang beliau tahu hanya ada keributan di wilayahnya sehingga langsung menghubungi kami,” ujar Bintang.
Meski demikian, polisi masih mendalami seluruh fakta, termasuk dugaan intimidasi yang disampaikan korban melalui media sosial.
“Penyelidikan masih terus berjalan,” kata Bintang.
Ketua RT Bantah Bantu Pelaku Kabur dan Lakukan Intimidasi
Ketua RT 03 RW 07 Kelurahan Medan Satria, Patuyo Kaman (60), membantah tudingan bahwa dirinya membantu terduga pelaku melarikan diri maupun melakukan intimidasi terhadap korban.
Menurut Patuyo, saat dirinya tiba di lokasi, kondisi sudah ramai sehingga ia tidak mengetahui seluruh rangkaian kejadian sebelumnya.
“Informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. Saya tidak pernah membiarkan AS kabur,” ujar Patuyo.
Ia mengatakan AS merupakan warganya yang selama ini selalu kooperatif memenuhi panggilan penyidik.
“Yang saya tahu, AS tidak melarikan diri dan selalu memenuhi panggilan polisi setiap diminta hadir,” katanya.
Patuyo mengaku sempat mengajak seluruh pihak masuk ke rumah untuk menyelesaikan persoalan secara baik-baik. Namun, ajakan tersebut ditolak.
Ia juga menegaskan tidak melihat adanya tindakan pemukulan terhadap korban.
“Yang saya lihat, dia tidak dipukul. Saya menyaksikan sendiri kejadian sejak saya datang,” ujarnya.
Karena situasi semakin sulit dikendalikan dan mengarah pada dugaan tindak pidana, Patuyo akhirnya menghubungi Polsek Medan Satria agar penanganan dilakukan oleh aparat kepolisian.
Ia juga mengaku membantu penyidik dengan memberikan informasi mengenai lokasi ditemukannya sepeda motor korban.
“Alamat rumah tersebut sudah saya berikan kepada penyidik karena memang diminta untuk kepentingan penyelidikan,” katanya.
Patuyo mengaku keberatan dengan narasi yang beredar di media sosial karena dinilai mencemarkan nama baiknya.
“Kalau memang saya salah, silakan diproses sesuai hukum. Tapi saya menyampaikan semua ini berdasarkan apa yang benar-benar saya saksikan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan