HAIJABAR.ID – Aksi seorang pengendara motor yang melawan arus dan melintas di atas trotoar di Jalan Kartini, Kota Depok, Jawa Barat, viral di media sosial.

Pemotor tersebut menjadi sorotan setelah mengaku sebagai anggota TNI saat ditegur oleh seorang pejalan kaki.

Peristiwa tersebut terekam dalam video yang diunggah di media sosial.

Viral Pemotor Lawan Arus di Trotoar Depok Ngaku Tentara

Dalam rekaman, seorang perempuan yang sedang berjalan kaki menegur pemotor karena menggunakan trotoar yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki.

“Ya sudah silakan turun. Ini untuk pejalan kaki, bukan untuk motor. Ini kan Anda (seharusnya) turun di sini,” kata perekam video sambil menunjuk ke arah jalan raya.

Meski telah ditegur, pemotor tetap enggan turun dari trotoar. Ia berdalih rumahnya berada tidak jauh dari lokasi dan kemudian mengaku sebagai anggota TNI.

“Saya ini anggota, bukan apa-apa,” kata pemotor.

Pernyataan tersebut pun langsung dibalas oleh perekam video.

“Saya nggak peduli anggota atau bukan. Saya masu ke gereja. Seharusnya kalau Bapak tentara tidak mengikuti yang tidak benar,” katanya.

Ternyata Karyawan Swasta

Menindaklanjuti viralnya video tersebut, Kodim 0508/Depok melakukan pengecekan dan meminta klarifikasi kepada pria yang bersangkutan.

Komandan Kodim (Dandim) 0508/Depok Kolonel Ginanjar Wahyutomo memastikan pemotor tersebut bukan anggota TNI.

“Kami cek di lapangan, ternyata yang bersangkutan bukan anggota TNI,” ujar Ginanjar.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, pria tersebut diketahui bekerja sebagai karyawan swasta.

“Pekerjaan sebagai karyawan swasta. Yang bersangkutan sudah kami minta klarifikasi bahwa yang bersangkutan bukan anggota TNI,” pungkasnya.

Pemotor Minta Maaf kepada TNI dan Pejalan Kaki

Setelah identitasnya dipastikan bukan anggota TNI, pemotor bernama Syaiful Anwar membuat video klarifikasi didampingi dua anggota TNI dan pejalan kaki yang sebelumnya menegurnya.

Dalam video tersebut, Syaiful mengakui dirinya bukan tentara, melainkan bekerja sebagai marketing.

“Saya Syaiful Anwar, pekerja marketing. Ingin mengklarifikasikan bahwa saya bukan anggota TNI, tetapi saya adalah warga biasa,” ujar Syaiful.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada institusi TNI karena telah mengaku sebagai anggota TNI saat peristiwa tersebut terjadi.

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada institusi TNI dan seluruh TNI di Indonesia karena telah mencemarkan nama baik institusi TNI,” ungkapnya.

Selain itu, Syaiful turut meminta maaf kepada pejalan kaki atas tindakannya menggunakan trotoar dan melawan arus dengan sepeda motor.

“Dan saya juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada pejalan kaki karena telah menyalahgunakan trotoar dengan melawan arah menggunakan sepeda motor,” ucapnya.