HAIJABAR.ID – Video yang memperlihatkan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menangkap empat orang yang diduga sebagai pelaku begal di Kabupaten Bandung viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, para terduga pelaku yang mayoritas terlihat mengenakan kaos berwarhna hitam tampak duduk diam setelah diamankan oleh sejumlah ojol.

Viral Ojol Tangkap Terduga Begal di Bandung

Para pengemudi ojol kemudian membawa empat orang tersebut ke depan Kantor Polsek Baleendah.

Di lokasi itu, mereka membuat video dan mengunggahnya ke media sosial dengan narasi bahwa telah menangkap pelaku begal yang membawa senjata tajam.

“Pak Dedi, Pak Dedi yeuh (ini) tah sampah masyarakat beunang (ketangkep) Pak Dedi. Tah barudak leutik keneh geus marawa (semua masih anak kecil sudah bawa) samurai, ngaresahkeun (meresahkan). Ningali beungeutna kadieu hey (lihat mukanya semua sini hey),” ujar pengunggah video.

Kapolsek Baleendah AKP Hendri Noki Nurmansyah membenarkan adanya penangkapan empat orang yang diduga sebagai pelaku begal oleh sejumlah ojol.

Menurutnya setelah mengamankan mereka, para ojol langsung membawa para terduga pelaku ke Polsek Baleendah dan membuat video di halaman kantor polisi.

“Jadi ojol itu nangkap di Ciparay, nah peristiwa diduga begal itu TKP awalnya di Bojongsoang. Terus dibawa ke Polsek Baleendah sama ojol itu, terus bikin video di kantor kami. Katanya bahwa ini begal, bawa senjata tajam,” kata Hendri pada Sabtu, (25/7/2026).

Polisi Tidak Menemukan Senjata Tajam

Hendri menjelaskan, video yang dibuat para ojol menyebut para terduga pelaku membawa senjata tajam.

Namun, saat dilakukan pemeriksaan di Baleendah, polisi tidak menemukan barang bukti sebagaimana yang disebutkan dalam video.

“Seharusnya bikin video itu kalau ada sajamnya, ya tunjukin sajamnya sambil divideo. Ini mah kan nggak ada barang bukti sajamnya juga,” katanya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh polisi, para terduga pelaku saat itu sedang berkendara dan diduga membawa senjata tajam sehingga memicu kecurigaan sejumlah pengemudi ojol. Mereka kemudian dikejar hingga akhirnya diamankan.

“Kata ojolnya mah sementara katanya para terduga pelaku begal itu lagi berkendara terus bawa samurai. Nah kalau samurainya dibuang, harusnya dibawa kan samurainya da pasti keliatan kalau dibuang pas lahi dikejar mah. Soalnya sebagai bukti juga kan,” jelasnya.

Karena lokasi dugaan kejadian berada di wilayah Bojongsoang, empat orang tersebut kemudian diserahkan ke Polsek Bojongsoang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Setelah itu karena ada TKP-nya di Bojongsoang, sama anggota kami diserahkan ke Polsek Bojongsoang. Padahal pas di Polsek Baleendah pun kami periksa tidak ada senjata tajam (sajam),” ucapnya.

Hendri juga mengungkapkan dirinya sempat mendapat panggilan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait video yang viral tersebut. Ia diminta memberikan klarifikasi mengenai kejadian sebenarnya.

“Jadi, makanya maksud Pak KDM teh ngundang saya, ngundang orang tuanya, ngundang ojol, ya untuk klarifikasi gitu kan. Jadi saya juga kalau ke sana atas perintah Pak Kapolres dan Pak Kapolda,” kata Hendri.

Ia juga menyinggung kemungkinan dampak hukum dari tuduhan yang viral tersebut.

“Ya, mungkin statement nanti orang tua bagaimana kalau dituduh. Nah, apakah bisa naik pencemaran nama baik? Apakah ya mungkin pengalaman sebagai orang tua kepada seluruh anak jangan sampai keluar malam,” tambahnya.

Polisi Pastikan Hanya Salah Paham

Kapolsek Bojongsoang Kompol Undi Kurnia, membenarkan pihaknya menerima penyerahan empat orang tersebut dari Polsek Baleendah.

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi memastikan tidak terjadi aksi begal seperti yang ramai diberitakan di media sosial.

“Iya ada penyerahan dari Baleendah. Tapi ternyata itu hanya kesalahpahaman saja dan sudah selesai,” kata Undi.

Ia menegaskan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Keempat orang yang sempat diamankan pun tidak ditahan dan telah dipulangkan kepada orang tua masing-masing.

“Jadi enggak ada apa-apa, itu mah bukan kejadian pidana. Enggak ada yang ditahan, dikembalikan lagi,” ungkapnya.

Undi juga mengaku telah dihubungi oleh tim Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kepada tim tersebut, ia menjelaskan bahwa tidak ada peristiwa begal maupun penemuan senjata tajam.

“Tadi juga Kapolres nanyain ke saya, ada juga KDM menghubungi. Tapi kan itu enggak ada apa-apa. Senjata tajam juga ngga ada,” bebernya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian telah mempertemukan para terduga pelaku, orang tua mereka, dan perwakilan ojol yang melakukan penangkapan.

Hasil musyawarah menyimpulkan bahwa dugaan tersebut hanya kesalahpahaman.

“Katanya di sangka bawa senjata tajam, tahunya enggak bawa apa-apa. Mereka harus tanggungjawab, akhirnya mereka klarifikasi,” pungkasnya.

Tanggapan Warganet

Peristiwa tersebut memicu beragam tanggapan dari warganet di media sosial.

“Di adain sayembara ini bkn biar nangkep aja, stidaknya bs mereda penjahat2 yg udh mau beraksi mikir berkali2.. stidaknya bakal kondusif dengan sendirinya,, cnt sprti yg syambara taufik hidayat.. krn rame, gara2 syemabara 250jt, orang nya jd nyerahin diri sendiri,” tulis akun @go.pi***

“Sebenarnya ini sayembara menyindir scra halus klo masyakarakat emng udah gak percaya sma polisi. Mantaaappp KDM sllu tau isi hati masyarakat,” tulis akun @viya_***

Sementara itu, ada pula yang mengusulkan agar identitas pelaku kejahatan dipublikasikan sebagai bentuk efek jera.

“Keren nih… kalau disayembarakan langsung komonitas masyarakat berlomba-loba untuk bisa menangkap Begal… Usul pak KDM agar foto pelaku dipajang ditempat umum agar masyarakat waspada dan ada efek jera,” tulis akun @asep***