HAIJABAR.ID – Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mematangkan seluruh persiapan operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) menjelang pembukaan dan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan dimulai pada 31 Juli 2026.

Persiapan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pendidikan siap digunakan sebelum siswa mulai menempati sekolah.

Sekolah Rakyat Terintegrasi di Cirebon Siap Dibuka

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman atau yang akrab disapa Jigus, mengatakan proyek Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin hak pendidikan bagi anak-anak.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan yang diberikan kepada Kabupaten Cirebon.

“Alhamdullilah, pada hari ini saya mewakili Pak Bupati melaksanakan rapat koordinasi terkait Sekolah Rakyat, yang Insyaallah tadi sudah disampaikan oleh ibu direktyr, nanti akan dilaksanakan launching pada tanggal 31 Juli di tahun ini,” kata Jigus pada Sabtu, (11/7/2026).

Sebelum MPLS dimulai, pada siswa dijadwalkan lebih dulu datang ke sekolah untuk proses registrasi dan penyerahan dari orang tua pada 30 Juli 2026.

Sekolah Rakyat Cirebon Tampung 540 Siswa

Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Cirebon dipersiapkan untuk menampung 540 siswa yang terbagi dalam 18 rombongan belajar.

Para peserta didik berasal dari migrasi Sekolah Rakyat di Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan.

Pemerintah daerah membagi kuota tersebut secara merata untuk tiga jenjang pendidikan, yakni:

  • SD: 180 siswa
  • SMP: 180 siswa
  • SMA: 180 siswa

Progres Pembangunan Sudah Capai 80 Persen

Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, Suratna, mengatakan pembangunan fisik Sekolah Rakyat Terintegrasi saat ini telah mencapai sekitar 80 persen dan terus dikebut agar selesai sesuai target.

Menurutnya, aspek keamanan dan kenyamanan siswa menjadi prioritas utama sehingga jadwal operasional disesuaikan dengan kesiapan bangunan.

“Karena kalau kita paksakan juga akan kurang aman untuk anak-anak,” ungkapnya.

Asrama hingga Internet Disiapkan

Pemerintah juga memastikan seluruh fasilitas pendukung pembelajaran telah dipersiapkan.
Sekolah dilengkapi dengan empat unit asrama yang menyediakan 544 tempat tidur bagi siswa.

Selain itu tersedia ruang makan yang mampu menampung 576 set meja dan kursi.

Tak hanya fasilitas fisik, pemerintah juga memastikan ketersediaan berbagai infrastruktur penunjang seperti:

  • Air bersih
  • Listrik
  • Akses internet
  • Sistem pengelolaan sampah

Guru Sudah Siap, Kuota Siswa Masih Dioptimalkan

Persiapan tidak hanya difokuskan pada pembangunan gedung, tetapi juga melibatkan berbagai perangkat daerah, termasuk Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan siswa.

Suratna memastikan tenaga pendidik yang akan mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi juga telah siap.

“Gurunya sudah siap semua, sudah ada,” tambah Suratna.

Sementara itu, pemerintah daerah masih terus melakukan optimalisasi agar kuota peserta didik dapat terpenuhi sebelum sekolah resmi beroperasi.

“Sedang dicari optimalisasi untuk mencapai kuota itu,” tegas Suratna.

Pemkab Cirebon optimistis kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi akan menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masa depan anak-anak di wilayah Cirebon.