HAIJABAR.ID – Seorang remaja perempuan berusia 12 tahun ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (18/8/2026). Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban.
Kapolsek Cibinong, Kompol Jony Handoko mengatakan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh kakeknya yang datang berkunjung ke rumah sekitar pukul 12.30 WIB.
“Perihal penemuan orang meninggal diduga akibat gantung diri, (korban) jenis kelamin perempuan,” kata Jony pada Rabu, (19/8/2026).
Remaja di Bogor Tewas Diduga Gantung Diri
Jony menjelaskan, saat kejadian kedua orang tua korban sedang bekerja. Di dalam rumah hanya terdapaat korban bersama adiknya yang masih berusia 4 tahun.
Kakek korban kemudian datang ke rumah dan menemukan cucunya dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Ia sempat berupaya memberikan pertolongan, tetapi korban tidak dapat diselamatkan.
“Kakek korban masuk ke dalam rumah dan mendapati korban dalam keadaan tergantung, dengan tali kain warna hitam putoh dan saksi atau kakek korban mencoba menolong korban, tapi sudah tidak bernyawa atau meninggl,” kata Jony.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada orang tua korban, ketua RW, hingga pihak kepolisian. Petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Polisi Temukan Keterangan soal HP Korban
Dalam pemeriksaan awal, polisi memperoleh keterangan dari sejumlah saksi, termasuk kedua orang tua korban. Salah satu informasi yang didalami berkaitan dengan telepon seluler milik korban.
Menurut keterangan orang tua, HP korban sebelumnya digadaikan oleh ibunya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Korban disebut beberapa kali meminta agar HP teersebut ditebus.
“Didapati keterangan dari saksi-saksi lainnya, yaitu salah satunya dari kedua orang tuanya korban, kalau HP milik korban sedang digadaikan oleh ibunya untuk menyambung hidup atau makan sehari-hari,” kata Jony.
Namun, HP tersebut belum dapat ditebus karena kondisi keuangan keluarga belum memungkinkan.
“Sudah sering keli korban meminta kepada ibunya untuk HP-nya ditebus, akan tetapi ibu dan bapaknya belum cukup uang untuk menebus HP milik korban,” imbuhnya.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan kondisi tersebut sebagai penyebab kematian korban. Penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan.
Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan
Jony mengatakan hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya luka yang disebabkan benda tajam maupun benda tumpul pada tubuh korban.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian remaja tersebut.
Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi.
“Dengan kejadian tersebut pihak keluarga sudah menerima atas terjadinya itu sebagai musibah. Dengan demikian, pihak keluarga bersepakat untuk menolak dilakukannya autopsi terhadap anaknya atau korban, dan telah dibuatkan surat tidak dilakukan autopsi,” kata Jony.

Tinggalkan Balasan