HAIJABAR.ID – Puluhan siswa dan seorang guru SDN Ciherang 01, Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para korban mulai mengalami mual, muntah, dan pusing beberapa jam setelah makan siang di sekolah, lalu dilarikan ke Puskesmas Dramaga pada Kamis, (6/8/2026) malam.
Puluhan Siswa SD di Bogor Diduga Keracunan Makanan MBG
Guru SDN Ciherang 01, Sisil, mengatakan hingga Kamis malam terdapat lebih dari 20 siswa dan seorang guru yang menunjukkan gejala diduga keracunan makanan.
“Ada lebih dari 20, sebagian besar siswa, kalau guru hanya satu,” katanya.
Ia menyebut dugaan sementara mengarah pada menu telur dan tempe yang disajikan dalam Program Makan Bergizi Gratis. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Namun belum tahu pasti ya, kan hasil laboratoriumnya belum keluar,” kata Sisil.
Ia menambahkan investigasi masih berlangsung sehingga sumber keracunan belum dapat dipastikan.
“Indikasinya belum tahu dari mana, tapi yang jelas anak-anak makan terakhir dari telur dan tempe. Hasil uji laboratoriumnya belum keluar,” ucapnya.
Siswa Alami Mual dan Muntah
Salah seorang siswa, Amara (8), mengalami mual dan muntah terus menerus sejak sore hari. Ibunya, Mayang (34), langsung membawa putrinya ke Puskesmas Dramaga setelah kondisinya memburuk.
“Anak saya di sekolah makan telur. Setelah setengah jam, mual dan muntah enggak berhenti,” katanya.
Mayang mengatakan kabar mengenai banyaknya siswa yang mengalami geja;a serupa cepat menyebar melalui grup komunikasi orang tua murid dan pihak sekolah.
“Iya di grup ramai, ada juga yang kena. Terus disuruh berobat ke sini,” ucapnya.
Menurutnya, selain putrinya, sejumlah siswa kelas 1, 2, dan 3 juga dilaporkan mengalami keluhan yang sama.
Penyebab Keracunan Masih Menunggu Hasil Laboratorium
SDN Ciherang 01 memiliki sekitar 450 siswa. Hingga Kamis malam, tercatat lebih dari 20 siswa beserta seorang guru mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pihak sekolah bersama tenaga kesehatan masih melakukan pendataan terhadao siswa yang mengalami keluhan.
Sementara itu, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para korban.

Tinggalkan Balasan