HAIJABAR.ID – Puluhan organisasi masyarakat (ormas) dan komunitas yang tergabung dalam Paguyuban Pengawal NKRI menggelar aksi demonstrasi untuk menolak LGBTQ di Jawa Barat pada Selasa, (28/7/2026).

Massa aksi mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar memberikan perhatian serius terhadap isu tersebut.

Puluhan Ormas di Jabar Gelar Aksi Tolak LGBTQ

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Dani Muhammad Ramdan, mengatakan demonstrasi tersebut diikuti sekitar 40 ormas dan komunitas bersama elemen masyarakat Muslim.

“Kami pada hari ini meminta kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Gubernur Jawa Barat, agar menjadi penanganan serius ya terkait LGBT ini,” kata Dani pafa Selasa, (28/7/2026).

Dani mengatakan pihaknya meminta Pemprov Jawa Barat segera mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Gubernur (pergub) yang mengatur larangan terhadap LGBTQ.

Menurutnya, keberadaan LGBTQ dinilai sudah meresahkan di wilayah Jawa Barat.

“Kami melihat fenomena LGBT ini sudah mulai meresahkan karena mereka menyasar semua kalangan masyarakat, tidak hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak,” kata dia.

Temuan Adanya Grup Gay

Dalam aksinya, Dani mengaku pihaknya menemukan sejumlah temuan di lapangan, seperti keberadaan grup WhatsApp yang menamakan diri Gaya atau Gay di beberapa daerah.

Ia menyebut grup tersebut ditemukan di wilayah Cianjur, Tasikmalaya, dan Garut, dengan anggotanya disebut berasal dari kalangan pelajar.

Ia menyebut mereka yang masuk ke grup tersebut siswa-siswa SD maupun SMP.

“Yang ini menjadi perhatian khusus bagi kami. Kami mengkhawatirkan generasi ke depan bangsa ini menjadi tidak jelas ya,” ungkap Dani.

Selain itu, pihaknya mengaku khawatir karena menurut mereka kelompak LGBTQ kini mulai tampil secara terbuka dan menyuarakan keberadaannya kepada masyarakat.

“Kami merasa bahwa ini adalah sebuah ancaman seperti yang disampaikan dalam Perpres Nomor 111 Tahun 2025 yang menyatakan bahwa LGBT termasuk ancaman non-militer,” kata dia.