HAIJABAR.ID – Mulai hari ini, peron 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor resmi kembali beroperasi setelah menjalani proyek perpanjangan sejak April 2026.

Dengan dibukanya peron baru tersebut, seluruh jalur di Stasiun Bogor kini telah mampu melayani rangkaian Commuter Line dengan formasi 12 gerbong (SF12).

Peningkatan infrastruktur ini diharapkan dapat memperlancar operasional KRL sekaligus mengurangi kepadatan penumpang di salah satu stasiun tersibuk di Jabodetabek.

Seluruh Jalur Kini Bisa Layani KRL 12 Gerbong

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengujian teknis terhadap jalur, peron, serta perangkat pendukung operasional telah selesai dilakukan.

Seluruh aspek keselamatan juga telah dipastikan memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Dengan pengoperasian jalur ini, seluruh jalur di Stasiun Bogor sudah bisa melayani rangkaian Commuter Line SF12,” ujar Karina, Rabu (15/7/2026).

Saat ini, lintas Bogor melayani 392 perjalanan Commuter Line setiap hari, dengan 328 perjalanan di antaranya menuju dan berangkat dari Stasiun Bogor.

Kereta pertama berangkat pukul 04.03 WIB, sedangkan kedatangan terakhir tercatat pada pukul 01.15 WIB keesokan harinya.

Karina menambahkan, operasional di lintas Bogor kini didukung lima rangkaian KRL seri terbaru CLI-125 dan CLI-225 yang telah menggunakan formasi 12 gerbong, serta rangkaian lainnya dengan formasi 10 dan 8 gerbong.

Kapasitas Penumpang Meningkat, Fasilitas Baru Mulai Beroperasi

Sepanjang semester pertama 2026, lintas Bogor mencatat 78.077.679 pengguna, atau rata-rata 431.368 penumpang setiap hari, menjadikannya sebagai lintas Commuter Line terpadat di Jabodetabek.

Sementara itu, Stasiun Bogor sendiri mencatat 18.451.462 pergerakan penumpang selama Januari hingga Juni 2026, terdiri dari 9.371.057 penumpang naik dan 9.080.405 penumpang turun, dengan rata-rata sekitar 101.942 pergerakan penumpang per hari.

Seiring dibukanya kembali peron 6, 7, dan 8, pengaturan arus naik dan turun penumpang kini dapat dilakukan melalui seluruh jalur peron.

Akses keluar-masuk di sisi barat stasiun juga telah menggunakan jalur baru yang lebih luas guna mengurangi kepadatan saat jam sibuk.

Pada tahap awal pengoperasian, KAI Commuter menyiagakan petugas pelayanan dan keamanan untuk membantu mengarahkan penumpang di area peron baru.

Selain itu, sejumlah fasilitas di sisi barat peron 8, seperti musala dan toilet, juga telah kembali dibuka untuk digunakan masyarakat.