HAIJABAR.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan angka kemiskinan dan pengangguran masing-masing turun hingga 0,5 persen sampai akhir masa jabatan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Erwan Setiawan.

Target tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah Pemprov Jabar meski angka kemiskinan dan pengangguran di Jawa Barat saat ini menunjukkan tren penurunan.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan pemerintah daerah ingin mempercepat penurunan kedua indikator tersebut agar dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat semakin terasa.

“Di samping capaian-capaian yang relatif baik, istimewalah bahkan, ada PR untuk kemiskinan dan pengangguran,” kata Herman pada Rabu, (19/8/2026).

Kemiskinan Jabar Turun 0,3 Persen

Herman mengatakan tingkat kemiskinan di Jawa Barat sejauh ini telah mengalami penurunan sekitar 0,3 persen. Angka tersebut dinilai masih sejalan dengan capaian penurunan kemiskinan secara nasional.

Namun, jumlah penduduk Jawa Barat yang besar membuat pemerintah daerah menilai penurunan tersebut masih perlu ditingkatkan.

“Bedanya penduduknya kami banyak. Jadi tidak apple to apple dengan 0,3 itu luar biasa. Tetapi Pak Gubernur menyampaikan 0,3 terlalu kecil, kami harapkan tahun ini bisa menembus 0,5. Ini yang sedang kami Ikhtiarkan,” kata Herman.

Menurutnya, Pemprov Jabar akan terus mendorong berbagai program untuk menekan angka kemiskinan secara lebih signifikan.

APBD Jadi Stimulus Penurunan Kemiskinan

Pemprov Jabar akan memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai salah satu instrumen untuk mempercepat penurunan kemiskinan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Herman mengatakan kebijakan tersebut menjadi salah satu alasan Pemprov Jabar tetap mempertahankan belanja pembangunan di tengah penyesuaian pendapatan dan kebutuhan pembiayaan melalui pinjaman daerah.

“Makanya kenapa APBD ini menjadi stimulusnya,” katanya.

Pemprov Jabar berharap belanja pembangunan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pencapaian target yang telah ditetapkan.

Pengangguran Jabar Ditargetkan Turun 0,5 Persen

Target penurunan 0,5 persen juga diterapkan pada sektor ketenagakerjaan. Pemprov Jabar ingin angka pengangguran dapat ditekan hingga 0,5 persen sampai akhir masa pemerintahan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan.

Herman menyebut angka pengangguran Jawa Barat saat ini telah turun sekitar 0,1 persen. Capaian tersebut bahkan berada di atas penurunan tingkat pengangguran secara nasional yang tercatat sekitar 0,8 persen.

“Kalau pengangguran di atar rata-rata nasional, nasional itu 0,08 deltanya, kami 0,1 persen. Tapi, Pak Gubernur, Pak Wagub juga mengharapkan bisa 0,5 persen,” katanya.

ASN Jabar Diminta Percepat Kinerja

Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Jabar tengah menyusun skenario dan berbagai langkah yang akan dijalankan hingga masa pemerintahan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan berakhir.

Herman mengakui target penurunan kemiskinan dan pengangguran hingga 0,5 persen bukan pekerjaan mudah.

Karena itu, seluruh jajaran pemerintah diminta meningkatkan kecepatan dalam menjalankan program pembangunan.

“Kami sekarang sedang menskenariokan penurunannya bisa 0,5 sampai dengan akhir masa jabatan. Itu bukan pekerjaan ringan,” kata Herman.

Ia menekankan percepatan kinerja birokrasi menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai target pembangunan tersebut.

ASN Pemprov Jabar diminta bekerja lebih cepat dan meningkatkan kinerja agar berbagai program dapat segera memberikan dampak kepada masyarakat.

“ASN Pemda Provinsi Jawa Barat harus siap-siap karena kami harus melipatgandakan kinerja, melipatgandakan kecepatan. Kalau tidak, malu dong sama masyarakat,” tutur Herman.