HAIJABAR.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terus memperkuat pendidikan dan pelatihan (diklat) vokasi berbasis industri sebagai strategi mampu menciptakan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Program tersebut diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan sekaligus mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bekasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, penguatan vokasi menjadi langkah penting mengingat Kabupaten Bekasi masih memiliki tingkat pengangguran sekitar delapan persen, sementara daerah ini merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.
Pelatihan Vokasi Disesuaikan dengan Kebutuhan Industri
Asep menjelaskan, pengembangan diklat vokasi dilakukan melalui peningkatan aktivitas di Balai Latihan Kerja (BLK) Tambun Utara, disertai penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas instruktur, serta penyelarasan materi pelatih dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Selain itu, Pemkab Bekasi juga mendorong sekolah-sekolah vokasi untuk memperkuat pembelajaran praktik agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan industri saat ini.
“Kabupaten Bekasi masih memiliki angka pengangguran sekitar delapan persen. Karena itu, kita membutuhkan penguatan pendidikan, dan pelatihan vokasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Asep.
Menurutnya, pelatihan kerja tidak akan memberikan hasil maksimal apabila materi yang diajarkan tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
“Kalau kita memberikan pelatihan tetapi yang diajarkan tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan, tentu hasilnya tidak optimal. Karena itu yang harus dilakukan adalah menyelaraskan kebutuhan industri dengan materi pelatihan,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan