HAIJABAR.ID – Stok masker di sejumlah pedagang sekitar Stasiun Depok Lama, Kota Depok, Jawa Barat, mulai langka.

Pedagang mengeluhkan kosongnya pasokan dari agen sejak Minggu, (6/9/2026) setelah permintaan masker melonjak akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Salah satu pedagang masker di Jalan Stasiun Depok Lama, Aris (40) mengatakan dagangannya ludes pada Minggu setelah pembeli berdatangan sejak pagi hingga sore.

“Kosongnya karena ya kemarin banyak ya banyak lonjakan penjualan ya. Agak peminat lebih meningkat lah gitu kemarin,” kata Aris pada Senin, (7/9/2026).

Pedagang Cari Stok hingga Pasar Asemka

Aris mengaku telah mendatangi Pasar Asemka, Jakarta Barat, untuk mencari pasokan masker. Namun, stok masker di pasar tersebut juga disebut telah habis.

“Sudah nyoba belanja, sudah berangkat ke sana enggak ada barangnya,” kata dia.

Karena belum mendapatkan pasokan baru, Aris untuk sementara tidak dapat berjualan masker. Pada Senin pagi, hanya tersisa tiga masker eceran dan tali pengait masker yang digantung di lapaknya agar tetap terlihat oleh pembeli.

Aris mengatakan dirinya masih menunggu informasi dari agen mengenai ketersediaan masker. Jika stok kembali tersedia, ia akan langsung mengambilnya.

“Ya kurang tahu (kapan akan jualan lagi) ini belum dapat info dari ini pokoknya lagi nungguin info yang di sana nunggu info. Pokoknya lagi nungguin info, kalau misal di dia ada langsung diinfoin kemari, baru kita berangkat ke sana nyari,” ucapnya.

Saat ditemui, Aris mengaku menunggu kabar tersebut sambil beristirahat di atas jok sepeda motor yang terparkir di belakang lapaknya.

Harga Masker Mulai Naik

Sebelum stok habis, Aris mengatakan harga masker yang dijualnya pada Minggu masih normal. Masker dijual sekitar Rp15.000, Rp20.000, hingga Rp25.000 per bungkus isi 50 buah, tergantung merek dan kualitas.

Namun, ia memperkirakan harga jual masker bisa ikut naik apabila harga dari pemasok meningkat.

“Ya mau enggak mau naik juga. Kalau enggak, ya enggak kebagian (untung) kita,” tukasnya.

Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Nurjanah (54), yang berjualan tidak jauh dari lapak Aris.

Nurjanah mengaku kesulitan mendapatkan masker saat berbelanja di Pasar Asemka pada Minggu. Kalaupun tersedia, harga masker yang dibelinya meningkat hampir 50 persen dibandingkan harga biasanya.

“Kemarin saya belanja tuh barang kagak ada di Kota. Udah gitu barang barang enggak ada, harga juga mahal ya. Maksudnya naiknya itu tadi ya. biasa kita belanja naiknya hampir separuh gitu. Jadi ya mau gak mau saya belanja kan, karena barang gak ada,” ungkap Nurjanah.

Kenaikan harga dari pemasok membuat Nurjanah terpaksa menyesuaikan harga jual agar tetap mendapatkan keuntungan.

Salah satunya masker jenis KF94 isi 10 yang sebelumnya dijual Rp10.000 kini menjadi Rp20.000.

“Dari kemarin (harga naik), ternyata dari pagi orang udah pada belanja. Jadi saya tuh kesiangan kemarin mah saya jual normal, karena karena saya enggak tahu ya. Setelah saya belanja, ternyata barang udah naik. Kemarin mah saya masih jualan normal, karena belum ini ya,” jelasnya.