HAIJABAR.ID – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto mempersilakan masyarakat meminta pengawalan polisi apabila merasa takut saat harus pulang pada maam hari.

Kapolda Jabar Buka Layanan Pengawalan Bagi Warga yang Takut Pulang Malam

Menurut Pipit, masyarkat tidak perlu ragu menghubungi kepolisian apabila merasa khawatir menjadi korban kejahatan saat berada di perjalanan, khususnya pada malam hari.

“Boleh, jadi apabila ada ketakutan, ini himbauan kepada seluruh warga, memang mungkin mau pulang jamnya sudah terlalu malam dan ketakutan, tolog informasikan dan laporkan kepada kepolisian,” kata Pipit pada Jumat, (24/7/2026).

Polisi Siagakan Personel di Titik Strategis

Pipit menjelaskan, personel kepolisian telah disiagakan di sejumlah titik strategis di wilayah Jawa Barat.

Ketika menerima laporan dari masyarakat, petugas akan segera memberikan bantuan, termsuk melakukan pengawalan hingga warga tiba di tujuan dengan aman.

“Saya umumkan nanti akan saya perintahkan jajaran di mana pun berada agar merespons ya. Iya, karena nanti ada di spot-spot tertentu ya sudah ada anggota yang siaga di situ,” kata Pipit.

Ia berharap layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat yang merasa tidak aman saat melintas di jalan pada malam hari.

Menurutnya, pengawalan menjadi salah satu upaya preventif untuk menekan angka kejahatan jalanan.

Target Pengungkapan Kasus Kejahatan Naik hingga 80 Persen

Selain mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pengawalan, Pipit menegaskan kepolisian terus meningkatkan upaya pengungkapan kasus kejahatan, termasuk aksi begal yang belakangan menjadi perhatian publik.

Ia menyebut, sepanjang tahun sebelumnya polisi berhasil mengungkap sekitar 65 persen kasus kejahatan jalanan.

Tahun ini, Polda Jawa Barat menargetkan angka pengungkapan meningkat menjadi 70 hingga 80 persen.

“Kemarin pelaku begal kita sudah mengungkap kalau total ini tahun 2025 ini 150-an ya. Tapi untuk sampai ke bulan Juli kemarin, ini data itu masih 40-an ya. Ya saya kemarin ada di catatan saya, tapi yang penting adalah pengungkapannya kami tahun lalu rata-rata di 65 persen. Kita akan tingkatkan menjadi 70 sampai 80 persen,” jelasnya.