HAIJABAR.ID – Polisi mempertebal pengamanan di wilayah Bekasi menjelang laga klasik Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Glora Bung Karno (GBK), pada Sabtu (12/9/2026).
Sebanyak 950 personel dikerahkan untuk mengantisipasi gesekan antarsuporter, terutama di wilayah perbatasan.
Kapolres Metro Bekasi, Komisaris Besar Andi Oddang Riuh Utomo mengatakan pengamanan dilakukan sejak keberangkatan suporter hingga jalur kepulangan.
“Personel sudah kami terejunkan. Ada sebanyak 950 personel. Pengamanan dilakukan sejak awal, dari mulai keberangkatan hingga nantinya jalur kepulangan. Kami juga telah meminta perwakilan suporter untuk turut serta menjaga situasi tetap kondusif,” kata Andi pada Jumat, (11/9/2026).
Pengamanan tersebut akan diperkuat personel gabungan dari TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP.
”Pengamanan tersebut juga akan diperkuat personel gabungan dari TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP,” ujarnya.
27 Titik di Bekasi Jadi Perhatian
Wilayah perbatasan menjadi salah satu titik rawan dalam rivalitas Persija dan Persib. Polisi mengidentifikasi sedikitnya 27 titik yang berpotensi terjadi gesekan antarsuporter di berbagai wilayah Bekasi.
Titik tersebut tersebar mulai dari Cikarang Raya, Tambun, hingga Bekasi bagian utara dan selatan. Lokasi yang menjadi perhatian meliputi jalur pergerakan suporter seperti stasiun, terminal, pintu tol, hingga jembatan penyeberangan.
Selain itu, polisi juga mengantisipasi sejumlah lokasi nonton bareng dan kantung perkumpulan suporter.
Andi meminta setiap kelompok suporter mengetahui lokasi basis kelompok lainnya dan menghindari jalur yang berpotensi menimbulkan gesekan.
Ia juga mengingatkan suporter agar tetap menghargai kelompok lainnya. Menurutnya, rivalitas hanya berlangsung selama 90 menit pertandingan.
”Kita sama-sama warga Bekasi, kita jaga. Siapa pun yang menang, siapa pun yang kalah, kita tetap sportif,” ujar Andi.
Suporter Dilarang Konvoi Motor
Polisi juga mengimbau suporter tidak melakukan konvoi menggunakan sepeda motor, baik untuk menuju GBK maupun sekadar berkeliling di wilayah Bekasi.
Konvoi dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas sekaligus memicu perselisihan antarkelompok suporter di jalan.
Untuk mengurangi risiko tersebut, polisi telah menyiapkan bus bagi suporter tuan rumah yang hendak menuju GBK.
Andi menegaskan pengamanan pertandingan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat. Pengurus wilayah dan koordinator suporter juga diminta ikut bertanggung jawab terhadap anggotanya.
”Saya minta tidak ada keberangkatan ke stadion menggunakan motor. Tidak ada arak-arakan. Jadi kami minta semuanya tertib,” katanya.
Polisi juga mengingatkan agar suporter menghindari berbagai tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan. Setiap pelanggaran hukum akan ditindak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan