HAIJABAR.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengakui Jawa Barat belum berhasil masuk dalam 10 besar provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia (IP) atau kualitas hidup terbaik di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi setelah persoalan posisi IPM Jawa Barat menjadi perbincangan publik.

Ia tidak membantah kondisi tersebut dan mengakui bahwa Jawa Barat memang masih menghadapi sejumlah tanyangan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menurut Dedi, IPM menjadi salah satu indikator yang menggambarkan kualitas pembangunan manusia. Indikator tersebut mencakup aspek pendidikan, kesehatan, serta kemampuan atau daya beli masyarakat.

“Betul, Jawa Barat selama ini IPM-nya, kualitas hidup itu IPM indeks pembangunan manusia, yaitu kualitas pendidikan, kualitas kesehatan, dan kualitas daya beli,” kata Dedi Mulyadi dikutip dari akun Instagram pribadinya pada Selasa, (11/8/2026).

Puluhan Tahun Jabar Belum Masuk 10 Besar IPM Nasional

Dedi mengatakan, kondisi tersebut bukan sesuatu yang baru terjadi. Jawa Barat disebut belum pernah masuk dalam jajaran 10 besar IPM nasional sebelum berpuluh-puluh tahun.

“Selama ini memang Jawa Barat memang belum masuk (10 besar) berpuluh-puluh tahun,” tambahnya.

Meski demikian, Dedi menyebut terdapat perkembangan positif pada kualitas pembangunan manusia di Jawa Barat dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menyoroti capaian pada 2025, ketika Jawa Barat mencatat kenaikan IPM yang disebut menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional. Kenaikan tersebut bahkan disebut mendekati satu persen.

“Dan di tahun 2025 berdasarkan survei BPS, kenaikan IPM-nya atau kualitas hidup terbaiknya itu justru peringkat pertama nasional, hampir 1 persen kenaikannya,” kata Dedi.

Namun, peningkatan tersebut belum membuat Jawa Barat langsung masuk ke dalam 10 besar provinsi dengan IPM tertinggi.

Menurut Dedi, posisi awal Jawa Barat masih membuat provinsi ini membutuhkan waktu untuk mengejar daerah-daerah dengan kualitas hidup yang lebih tinggi.

Dedi Minta Waktu untuk Tingkatkan Kualitas Hidup

Dedi menegaskan bahwa kenaikan IPM yang terjadi menjadi modal penting untuk terus memperbaiki kualitas hidup masyarakat Jawa Barat.

Namun, ia menyadari hasil pembangunan tersebut tidak dapat langsung mengubah posisi Jawa Barat dalam pemeringkatan nasional.

“Tapi kita belum bisa loncat masuk 10 besar,” katanya.

Karena itu, Dedi meminta masyarakat memberikan waktu kepada pemerintah untuk terus melakukan pembangunan dan meningkatkan berbagai aspek yang berkairan dengan IPM.

“Mohon maaf, kita perlu waktu untuk masuk 10 beser,” pungkasnya.

Dedi berharap pembangunan yang terus dilakukan di berbagai sektor dapat mendorong peningkatan IPM Jawa Barat secara berkelanjutan.

Perbaikan kualitas pendidikan, kesehatan, serta daya beli masyarakat menjadi bagian penting agar Jawa Barat dapat meningkatkan posisi dalam jajaran provinsi dengan kualitas hidup terbaik di Indonesia.