HAIJABAR.ID – Seorang driver ojek online (ojol), Diki Akbari (24) yang dilaporkan hilang sejak Sabtu, (25/7/2026) malam, akhirnya kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarganya pada Kamis, (30/7/2026).

Kapolsek Cibeuying Kidul Kompol Yadi menjelaskan, laporan orang hilang diterima dari istri Diki pada Senin, (27/7/2026).

Menurut laporan tersebut, Diki berpamitan keluar rumah untuk mengantarkan pesanan makanan. Setelah pesanan selesai diantar, ia masih berupaya mencari orderan lain di kawasan Gor Saparua hinga Dago.

“Pada pukul 23.00 WIB, Diki mematikan HP karena aplikasinya bukan prioritas sehingga memutuskan mencari oreran di pinggiran kota Bandung tujuannya untuk menaikan history order,” kata Yadi saat dikonfirmasi.

Driver Ojol yang Hilang di Bandung Akhirnya Pulang

Yadi menjelaskan, sejak 26 hingga 28 Juli 2026, Diki memutuskan berkeliling ke sejumlah wilayah di Bandung Timur untuk mencari pekerjaan tambahan demi membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

“Diki memutuskan pergi ke daerah Bandung Timur yaitu Ujung Barung, Cilengkrang, Cileunyi dan Rancaekek untuk mencari pekerjaan dan mendapatkan uang tambahan untuk membayar tagihan setiap bulannya,” ucapnya.

Pada 29 Juli 2026, Diki bahkan menggadaikan telepon genggamnya kepada salah seorang kerabat di wilayah Rencaekek.

Sehari kemudian, tepatnya Kamis, (30/7/2026) ia akhirnya memutuskan kembali ke rumah.

“Pulang sendiri ke rumahnya, dalam kondisi sehat,” katanya.

Menurut Yadi, Diki sengaja tidak menghubungi keluarganya karena merasa malu belum mendapatkan pekerjaan maupun uang untuk melunasi utang.

“Alasan Diki tidak memberi kabar kepada keluarga dikarenakan belum mendapatkan pekerjaan dan belum mendapatkan uang untuk melunasi tagihan (utang), sehingga Diki merasa malu untuk pulang dan memutuskan untuk tidak mengabari istrinya,” ungkap Yadi.

Hilang Usai Antar Pesanan ke Dago

Sebelumnya diberitakan bahwa Diki Akbari (24) dilaporkan hilang setelah mengantarkan pesanan makanan ke wilayah Dago pada Sabtu, (25/7/2026) malam.

Kakak kandung Diki, Ratih (25), menjelaskan peristiwa bermula ketika adiknya menerima pesanan makanan melalui aplikasi ojek online yang harus diantar ke wilayah Cihaurgeulis, Kota Bandung.

Ratih mengatakan, biasanya Diki ditemani sang istri saat bekerja malam hari. Namun saat itu istrinya sedang menyusui anak mereka yang baru berusia 1,5 tahun.

Diki kemudian berpamitan keluar rumah sekitar pukul 21.00 WIB dengan mengenakan sweater krem, celana hitam, sepatu hitam, helm, dan mengendarai sepeda motor Honda Genio.

“Kebetulan malam kemarin istrinya masih menyusui, saya sebagai kaka nawarin diri mau dianter gak, takutnya ada apa-apa, biar tenang kalau berdua. Terus kaanya deket ke daerah Cihaurgelis, jadi dia berangkat sendiri,” kata Ratih dihubungi Rabu (29/7/2026).

Usai mengantarkan pesanan pertama, Diki sempat mengabarkan kepada istrinya bahwa ia kembali mendapatkan orderan menuju kawasan Dago. Percakapan tersebut menjadi komunikasi terakhir yang diterima keluarga.

“Jam 23.00 WIB, istrinya nge-chat tapi ceklis, udah gak ada kabar dari situ sampai sekarang,” kata Ratih.

Merasa khawatir, istri Diki mendatangi kamar Ratih pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB karena suaminya belum juga pulang.

“Istrinya nanyain kenapa Diki belum pulang, biasanya jam 22.00 WIB itu Diki udah ada di rumah,” ucapnya.

Ratih kemudian mencoba melacak keberadaan ponsel Diki melalui fitur Find My Device dan menemukan lokasi terakhir perangkat berada di kawasan Jalan Sultan Agung, Kota Bandung.

“Hp nya itu terakhir aktif di daerah Sultan Agung,” ujarnya.

Setelah itu, keluarga berupaya mencari keberadaan Diki dengan menghubungi rekan kerja, teman, hingga keluarga lainnya.

Namun seluruh upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga akhirnya Diki pulang sendiri ke rumah dalam keadaan selamat pada Kamis (30/7/2026).