HAIJABAR.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyiapkan penataan kawasan wisata pantai selatan Kabupaten Garut, termasuk Pantai Karangpapak.

Penataan kawasan tersebut akan dilakukan melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Dedi mengatakan, pantai selatan Garut memiliki potensi wisata yang besar karena kondisi alam dan lingkungannya masih menarik.

Namun, potensi tersebut perlu ditata agar pengembangan pariwisata tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

“Di wilayah Pantai Karangpapak ini alamnya bagus, lingkungannya bagus. Cuma perlu penataan,” kata Dedi pada Selasa, (8/9/2026).

Bangunan di Bibir Pantai Dilarang

Dedi mengatakan, penataan akan dimulai dari lingkungan sekitar kawasan pantai. Masyarakat juga diminta ikut menjaga kelestarian alam, termasuk tidak menebang pohon secara terus-menerus.

Selain itu, dia menegaskan tidak akan ada bangunan yang diperbolehkan berdiri di sepanjang garis pantai.

Bangunan yang nantinya diperbolehkan di kawasan wisata akan ditata dengan konsep yang seragam agar kawasan terlihat lebih tertata.

​”Yang pertama adalah masyarakat lingkungan sekitar jangan terus-terusan pohonnya ditebang. Yang kedua, ke depan di pinggir pantai tidak boleh ada bangunan. Yang ketiga, bangunan pantai nanti dibikin sama,” ujar Dedi saat berbincang dengan pemilik Vila Rahayu di Pantai Karangpapak.

Menurutnya, kawasan yang akan ditata saat ini berada di area milik TNI AU. Karena itu, Pemprov Jabar akan menindaklanjuti rencana tersebut melalui perjanjian kerja sama dengan TNI AU.

“Rencana besok kita akan melakukan perjanjian kerja sama tindak lanjut dengan TNI Angkatan Udara untuk melakukan penataan kawasan pariwisata pantai selatan Garut,” katanya.

Dedi Ingin Wisata Pantai Punya Identitas Budaya Sunda

Selain penataan fisik, Dedi juga ingin kawasan wisata pantai selatan Garut memiliki karakter dan identitas seni yang kuat.

Menurutnya, kesenian dan musik khas Sunda dapat dikembangkan menjadi bagian dari daya tarik wisata di kawasan tersebut.

Salah satu yang dicontohkan Dedi adalah penggunaan alat musik gambang sebagai bagian dari identitas budaya lokal yang dapat ditampilkan di kawasan wisata pantai selatan Garut.

Dengan penataan kawasan dan penguatan identitas budaya, pengembangan wisata di pantai selatan Garut diharapkan tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga tetap menjaga lingkungan serta mengangkat budaya lokal.