HAIJABAR.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa ketersediaan pangan di dapur rumah tangga memiliki kaitan dengan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, kebutuhan pangan yang tercukupi dapat membuat keluarga lebih tenang dan turut menjaga kondisi sosial tetap stabil.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi setelah menghadiri penanaman serentak bawang putih di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Rabu, (19/8/2026).

“Kalau di dapur berasnya cukup, cabainya ada, garamnya ada, gulanya ada, bawang merahnya ada, bawang putihnya ada, stabilitas kamtibmas akan terjaga,” kata Dedi.

Pangan Tak Hanya Soal Kebutuhan Rumah Tangga

Dedi menilai persoalan pangan tidak sebatas memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Menurutnya, ketersediaan bahan pangan di tingkat rumah tangga juga dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi keluarga.

Karena itu, ia mengapresiasi langkah Polri yang melakukan penanaman bawang putih secara serentak sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mencapai swasembada.

“Ini penting, untuk itu saya ucapkan terima kasih buat jajaran Polri yang hari ini terus memelopori terjaganya dapur ibu-ibu,” katanya.

Menurut Dedi, ketika kebutuhan pangan keluarga tercukupi, masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang. Kondisi tersebut dinilai turut berpengaruh terhadap keamanan lingkungan.

Kondisi Ekonomi Berkaitan dengan Potensi Tindakan Kriminal

Dedi juga mengaitkan kondisi ekonomi dan ketersediaan pangan keluarga dengan potensi terjadinya tindakan kriminal.

Ia berharap upaya menjaga ketersediaan pangan dapat membuat kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi sehingga keluarga tidak berada dalam kondisi tertekan.

“Agar dapurnya tetap ngebul, ibu-ibunya tenang, sehingga suaminya tidak melakukan tindakan kriminal,” ujar Dedi.

Polri Tanam Bawang Putih di 17 Provinsi

Sebelumnya, Polri melaksanakan penanaman bawang putih secara serentak di 17 provinsi, termasuk di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (19/8/2026) tersebut menargetkan penanaman bawang putih di lahan seluas 500 hektare.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat pencapaian swasembada bawang putih nasional pada 2029.

Produksi Bawang Putih Nasional Masih Jauh dari Kebutuhan

Upaya meningkatkan produksi bawang putih dilakukan karena kebutuhan nasional masih jauh lebih besar dibandingkan produksi dalam negeri.

Kebutuhan bawang putih nasional diperkirakan mencapai sekitar 600.000 ton per tahun. Sementara itu, produksi bawang putih dalam negeri baru berada di kisaran 40.000 ton per tahun.

Kesenjangan tersebut menunjukkan masih besarnya ketergantungan terhadap pasokan bawang putih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Karena itu, peningkatan produksi dalam negeri menjadi salah satu tantangan utama pemerintah dalam mencapai target swasembada bawang putih pada 2029.