HAIJABAR.ID – Cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Kota Bogor, mulai menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan karena paparan suhu tinggi berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lancia, hingga penyandang penyakit kronis.

Kepala Dinas Kota Bogor Erna Nuraena mengatakan, suhu udara yang lebih panas dari biasaya dapat menyebabkan dehidrasi, kelelahan, hingga heat stroke atau serangan panas yang membutuhkan penanganan medis segera.

“Kualitas udara yang menurun selama musim kemarau juuga dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, khususnya bagi penderita asma dan penyakit paru kronis,” kata Erna pada Senin, (20/7/2026).

Dinkes Ingatkan Risiko Gangguan Kesehatan

Erna menjelaskan, cuaca panas ekstrem memberikan dampak lebih besar terhadap kelompok rentan.

Bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis perlu lebih berhati-hati karena lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat paparan suhu tinggi.

Selain risiko dehidrasi dan kelelahan, paparan panas berkepanjangan juga dapat memicu heat stroke yang dapat membahayakan keselamatan jika tidak segera ditangani.

Dinkes Bagikan Tips Mencegah Dampak Cuaca Panas

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, Dinkes Kota Bogor mengimbau masyarakat menerapkan sejumlah langkah pencegahan, antara lain:

  • Memperbanyak konsumsi air putih agar tubuh tidak mengalami dehidrasi
  • Menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama pukul 11.00 hingga 15.00 WIB
  • Menggunakan pakaian yang ringan dan berwarna terang
  • Memakai topi atau payung saat beraktivitas di luar rumah
  • Mengonsumsi makanan bergizi serta menjaga kebersihan lingkungan
  • Memastikan ventilasi rumah berfungsi baik agar sirkulasi udara tetap lancar

Waspadai Peningkatan Penyakit Saat Musim Kemarau

Selain dampak langsung dari cuaca panas, Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi meningkatnya sejumlah penyakit yang umum terjadi selama musim kemarau.

Menurut Erna, kualitas udara yang menurun dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, terutama bagi penderita asma dan penyakit paru kronis.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga sanitasi lingkungan guna mencegah diare serta penyakit lain yang dipengaruhi kondisi lingkungan.

Dinkes Kota Bogor berharap masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri dan keluarga selama musim kemarau dengan menerapkan pola hidup sehat serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala akibat paparan cuaca panas ekstrem.