Bogor Bidik Produksi Bawang Merah dan Putih, BRIN Kaji Lahan yang Cocok


HAIJABAR.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menyiapkan pengembangan produksi bawang merah dan bawang putih dengan memetakan lahan yang sesuai untuk budidaya.
Sebelum memperluas lahan tanam, Pemkab Bogor mempelajari pengalaman Kabupaten Majalengka, mulai dari teknik budidaya hingga penyiapan bibit dan pengelolaan hasil panen.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan pengalaman Majalengka akan menjadi referensi dalam menyusun rencana pengembangan bawang yang sesuai dengan kondisi geografis Bogor.
Saat ini, terdapat sekitar 10 kelompok tani dengan luas lahan kurang lebih 10 hektare yag mulai membudidayakan bawang di Kabupaten Bogor.
“Ini sebagai informasi awal bahwa kita sudah sedikit melangkah ke arah sana. Setelah melihat kondisi tadi, tentunya kita ingin tagu praktiknya dari Majalengka. Kita ingin berbagi dan mengetahui succes story-nya seperti apa,” kata Ajat dalam keterangan Pemkab Bogor pada Jumat, (25/9/2026).
Pemkab Bogor nantinya akan memadukan pengalaman dari Majalengka dengan kajian terhadap kondisi lahan di wilayahnya. Kajian diperlukan karena karakteristik budidaya bawang merah dan bawang putih tidak sepenuhnya sama.
Menurut Ajat, bawang merah relatif dapat ditanam di berbagai wilayah. Sementara itu, bawang putih membutuhkan kondisi geografis tertentu, terutama kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut.
Untuk mengetahui wilayah yang sesuai, Pemkab Bogor melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengkaji iklim, cuaca, hingga kesesuaian tanah.
Pemerintah daerah juga memetakan status kepemilikan lahan yang dinilai potensial untuk budidaya bawang, baik lahan milik masyarakat, pemerintah daerah maupun PTPN.
“Kita ingin produksi bawang merah dan bawang putih di Kabupaten Bogor. Harapannya dari sisi produksi, pembibitan dan lainnya muncul analisa iklim, analisa cuaca, analisa lokasi tanah di mana yang cocok. Ternyata ada yang cocok, kemudian tanahnya tanah siapa, tanah PTPN, tanah Pemda atau tanah masyarakat,” ujarnya.
Ajat melihat peluang pengembangan produksi bawang di Kabupaten Bogor cukup besar. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 6,1 juta jiwa, kebutuhan bawang merah dan bawang putih di wilayah tersebut juga tergolong tinggi.
Namun, peningkatan produksi lokal masih menunggu hasil pemetaan lahan dan kajian mengenai metode budidaya yang sesuai dengan kondisi Bogor.
Setelah lokasi potensial dan metode budidaya diketahui, Pemkab Bogor berencana menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka.
“Kalau sudah ketemu, ya sudah kita kerja sama saja dulu dengan Majalengka. Apa yang bisa dikerjasamakan. Itu yang tujuannya bisa dipahami,” kata Ajat.