Truk Molen Tewaskan 6 Orang di Bekasi, Desain Jalan dan Halte BSI Dievaluasi


HAIJABAR.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan mengevaluasi desain jalan dan keberadaan halte di lokasi kecelakaan truk molen yang menewaskan enam orang di Jalan Cut Mutia, tepatnya di depan Universitas Bina Sarana Informatika (BSI), Kota Bekasi, Jawa Barat.
Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berpotensi memicu kecelakaan, termasuk kondisi infastruktur, kendaraan, hingga situasi di sekitar lokasi kejadian.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan hasil penyelidikan kepolisian. Kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu, (1/11/2026).
“Karena halte itu berada di jalan nasional, makanya kami akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Nanti kami lihat juga hasil penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian,” kata Tri pada Rabu, (4/11/2026).
Tri mengatakan, Pemkot Bekasi belum dapat menentukan langkah lanjutan sebelum hasil penyelidikan kepolisian diketahui.
Menurutnya, penyebab kecelakaan perlu ditelusuri dari berbagai aspek, mulai dari kondisi kendaraan hingga kemungkinan kelalaian pengemudi.
“Setelah semuanya dikaji secara komprehensif, baru kami bisa mengambil langkah-langkah terkait apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Selain itu, evaluasi juga akan mempertimbangkan kondisi saat kecelakaan berlangsung, seperti cuaca dan penerangan jalan.
Dengan demikian, penelusuran tidak hanya berfokus pada satu faktor, tetapi mencakup berbagai kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan pengguna jalan.
Selain mengevaluasi infrastruktur jalan, Tri menyebut Pemkot Bekasi sebelumnya telah beberapa kali menyurati kementerian dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).
Surat tersebut berisi permintaan pembatasan operasional kendaraan berat yang melintas di wilayah Kota Bekasi.
Tri menjelaskan, Jalan Cut Mutia di sekitar lokasi kecelakaan merupakan jalan nasional. Karena itu, penanganan dan pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut membutuhkan koordinasi dengan pemerintah pusat serta instansi terkait.
“Beberapa kali Pemkot Bekasi sudah menyurati kementerian, BPTJ, dan Kementerian Perhubungan untuk melakukan pembatasan operasional kendaraan-kendaraan berat,” kata dia.
Tri menambahkan, dirinya telah bertemu dengan direktur jenderal terkait untuk membahas langkah-langkah yang dapat dilakukan guna meminimalkan risiko kecelakaan serupa.
Ia juga meminta Dinas Perhubungan Kota Bekasi mengambil langkah sesuai dengan kewenangannya.
“Namun, yang lebih penting adalah bagaimana membenahi sistem pengelolaan secara menyeluruh ke depan,” tutur Tri.
Di sisi lain, Tri memastikan Pemkot Bekasi turut membantu penanganan korban kecelakaan truk molen tersebut.
Korban meninggal dunia mendapat bantuan pembiayaan, termasuk untuk kebutuhan pemulangan dan pemakaman.
Sementara itu, korban luka-luka yang masih menjalani perawatan di rumah sakit juga mendapatkan penanganan.
Evaluasi infrastruktur dan pengaturan kendaraan berat diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meminimalkan risiko kecelakaan serupa di kemudian hari.