Semak dan Limbah Kain di Gunung Paseban Bandung Terbakar, Api Diduga Berasal dari Gudang Rongsok
HAIJABAR.ID – Kebakaran melanda area semak belukar dan tumpukan limbah kain di kawasan Gunung Paseban, Kampung Badaraksa, RT 03/RW 13, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Senin (27/7/2026) sore.
Api diduga berasal dari kobaran kecil di area gudangĀ rongsok sebelum merambat ke ilalang dan membesar akibat banyaknya material yang mudah terbakar.
Semak dan Limbah Kain di Gunung Paseban Bandung Terbakar
Camat Kutawaringin, Mamet Slamet, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Menurutnya, titik awal kebakaran berada di area penyimpanan barang bekas atau gudang rongsok.
“Iya, kejadiannya sekitar jam 16.30 WIB,” kata Mamet dikutip pada Selasa, (28/7/2026).
Berasal dari Gudang Rongsok
Mamet menjelaskan, api pertama kali membakar tumpukan barang rongsokan sebelum menjalar ke ilalang yang berada di sekitar lokasi.
Meski demikian, kebakaran tidak mengancam permukiman warga karena lokasi kejadian berada cukup jauh dari kawasan hunian.
“Ini adalah are gudang rongsok yang berawal dari kebakaran dari rongsok-rongosokan masuk ke ilalang-ilalang, tapi jauh dari penduduk. Yang menjadi besar itu karena ini ada plastik-plastik, kain-kain,” kata Mamet.
Material berupa limbah plastik dan kain yang menumpuk di lokasi membuat kobaran api dengan cepat membesar.
Imbauan Kepada Masyarakat
Kepulan asap hitam pekat bahkan terlihat dari kejauhan dan sempat menyulitkan proses pemadaman pada awal kejadian.
Beruntung, kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa maupun merembet ke rumah-rumah warga. Petugas bersama unsur terkait segera melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.
Mamet mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas pembakaran, terutama di sekitar lahan kering maupun area yang dipenuhi material mudah terbakar.
Menurutnya, kebakaran besar sering kali berawal dari api kecil yang tidak terkendali.
“Imbauan untuk masyarakat menjaga, terutama untuk tidak ada pembakaran. Karena ini awalnya dari api kecil,” tegas Mamet.

Tinggalkan Balasan