HAIJABAR.ID – Sebanyak lebih dari 3.400 warga Kabupaten Bekasi mendaftarkan diri untuk mengikuti verifikasi arah kiblat yang difasilitasi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bekasi melalui metode rashdul kiblat atau istiwa a’zam.

Antusiasme masyarakat yang tinggi dinilai menunjukkan meningkatnya kesadaran untuk memastikan arah kiblat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan ibadah.

Verifikasi dilakukan secara digital melalui tautan yang disediakan Kemenag Kabupaten Bekasi. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni 15–16 Juli 2026, tepat pada pukul 16.27 WIB, dan dilaksanakan secara mandiri oleh peserta di rumah masing-masing.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Bekasi, Nedi Junaedi, mengatakan jumlah pendaftar mencapai sekitar 3.400 orang dari seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.

“Yang mendaftar mencapai sekitar 3.400 orang se-Kabupaten Bekasi untuk memverifikasi arah kiblat melalui metode rashdul kiblat atau istiwa a’zam. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk memastikan arah kiblat secara benar,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Apa Itu Rashdul Kiblat?

Nedi menjelaskan, rashdul kiblat merupakan metode penentuan arah kiblat yang memanfaatkan fenomena alam ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah.

Pada saat itu, bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah langsung ke kiblat sehingga tingkat akurasinya sangat tinggi.

“Di wilayah Indonesia bagian barat, fenomena ini terjadi sekitar pukul 16.27. Saat itu, bayangan yang dihasilkan dari tongkat atau benda yang tegak lurus menunjukkan arah kiblat secara tepat karena matahari berada tepat di atas Ka’bah,” katanya.

Dinilai Lebih Akurat Dibanding Kompas

Menurut Nedi, metode rashdul kiblat memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan kompas karena tidak dipengaruhi medan magnet maupun faktor teknis lainnya.

“Kalau kompas memiliki keterbatasan karena dipengaruhi medan magnet, sedangkan rashdul kiblat menggunakan petunjuk alam yang Allah ciptakan, sehingga tingkat akurasinya sangat tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, apabila hasil verifikasi menunjukkan arah kiblat masjid atau musala sedikit bergeser, tidak perlu membongkar bangunan.

Penyesuaian cukup dilakukan dengan mengubah arah saf salat atau posisi karpet agar sesuai dengan hasil pengukuran terbaru.

Menurutnya, ketepatan arah kiblat memiliki peran penting dalam syariat Islam, baik untuk pelaksanaan salat maupun proses pemakaman umat Islam.

Cara Sederhana Memverifikasi Arah Kiblat

Kemenag Kabupaten Bekasi menjelaskan proses verifikasi dapat dilakukan dengan peralatan sederhana.

Masyarakat cukup menyiapkan tongkat yang dipastikan berdiri tegak lurus 90 derajat, kemudian memperhatikan bayangan yang terbentuk saat fenomena rashdul kiblat berlangsung.

Selanjutnya, tarik garis lurus dari pangkal tongkat menuju ujung bayangan. Garis tersebut merupakan arah kiblat yang tepat menuju Ka’bah.

Kemenag Kabupaten Bekasi berharap masyarakat tidak hanya memverifikasi arah kiblat di masjid dan musala, tetapi juga di rumah masing-masing agar pelaksanaan ibadah salat semakin sesuai dengan tuntunan syariat.