HAIJABAR.ID – Ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Jawa Barat hingga kini belum dapat dibangun.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina meminta pemerintah pusat meninjau ulang ketentuan penyediaan lahan karena dinilai menjadi kendala utama percepatan pembangunan koperasi, khususnya di wilayah perkotaan.

Persyaratan lahan seluas 1.000 meter persegi dengan ukuran 30 x 40 meter dinilai sulit dipenuhi oleh sejumlah daerah yang memiliki keterbatasan ruang.

Yuke yang juga Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Provinsi Jawa Barat mengatakan, hingga kini pembentukan KDMP di Jawa Barat terus menunjukkkan perkembangan.

Dari total target 5.957 KDMP, sebanyak 3.080 koperasi telah terbentuk, terdiri atas 1.490 unit yang telah berdiri dan 1.590 unit yang masih dalam proses pembangunan.

“Kalau yang sedang dibangun ini selesai, berarti jumlahnya sudah sekitar 3.000 koperasi,” kata Yuke pada Kamis, (30/7/2026).

Ribuan Koperasi Merah Putih di Jabar Belum Berdiri, Syarat Lahan Jadi Kendala Pembangunan

Meski demikian, masih terdapat 2.877 KDMP yang belum dapat dibangun. Menurut Yuke, persoalan utamanya bukan terletak pada kesiapan pemerintah daerah, melainkan sulitnya memenuhi ketentuan luas lahan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Ia mencontohkan sejumlah daerah perkotaan seperti Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, dan Kota Cimahi yang kesulitan menyediakan lahan seluas 1.000 meter persegi.

“Ini bukan karena pemerintah daerah tidak ingin membangun cepat, tetapi memang terkendala lahan. Karena itu pemerintah pusat perlu mempertimbangkan perubahan konsep. Jangan lagi semuanya horizontal, tetapi bisa menggunakan konsep vertikal,” katanya.

Menurut Yuke, pembangunan gedung bertingkat dapat menjadi solusi agar enam unit usaha yang menjadi konsep Koperasi Merah Putih tetap dapat berjalan tanpa harus membutuhkan lahan yang luas.

KDMP terbanyak di Majalengka

Ia mencontohkan Kota Cimahi yang hingga kini baru mampu membangun sekitar 15 Posko Koperasi Merah Putih akibat sulitnya mencari lahan yang sesuai dengan ketentuan,

Berdasarkan data Diskuk Jabar, pembangunan KDMP terbanyak saat ini berada di Kabupaten Majalengka dengan 183 unit, disusul Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur.

Sebaliknya, sejumlah kota besar masih tertinggal karena keterbatasan lahan.

Sebagian besar koperasi yang telah berdiri bergerak di sektor pangan, pergudangan, hingga layanan simpan pinjam yang disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah.

Di wilayah selatan, koperasi banyak mendukung komoditas hortikultura, sedangkan di wilayah utara lebih diarahkan pada sektor perikanan.

Di akhir keterangannya, Yuke mengajak media turut berperan melakukan pengawasan terhadap pembangunan KDMP di lapangan.