Pilkades Bekasi Tinggal 2 Hari, Kantor Bupati Mendadak Digombok Massa


HAIJABAR.ID – Puluhan orang menggembok Kantor Bupati Bekaasi dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi di Cikarang Pusat pada Jumat, (18/9/2026).
Massa tersebut diduga berasal dari pendukung kandidat calon kepala desa (kades) yang gagal lolos dalam seleksi Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026.
Aksi penggembokan itu sempat membuat sejumlah pegawai tertahan di dalam gedung yang berada di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi.
“Kami sempat cegah, coba tenangkan. Namun (mereka) tetap maksa. Enggak lama, keluar lagi sambil gembok pintu. Ada tiga puluh orang mah,” kata salah satu pegawai.
Menurut pegawai tersebut, massa datang sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka masuk ke dalam kantor sambil berteriak dan memaksa menuju ruangan kerja pegawai.
Upaya massa merangsek masuk bahkan menyebabkan salah satu pintu menuju ruang kerja pegawai jebol.
“Ada kali 30 menit. Datang, coba masuk, terus keluar lagi, gembok,” tuturnya.
Pintu utama kantor yang terbuat dari kaca kemudian digembok. Pegangan pintu dililit rantai sebelum dikunci.
“Iya, saya enggak tahu, mau pulang enggak bisa. Jadi nunggu dulu,” katanya.
Kepala DPMD Kabupaten Bekasi Imam Santoso membenarkan adanya aksi penggembokan tersebut. Ia mengatakan massa mendesak agar pelaksanaan Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026 ditunda.
Desekan itu berkaitan dengan kandidat yang mereka dukung yang dinyatakan tidak lolos dalam proses seleksi calon kepala desa.
“Pengin pendaan. Tahapan kan sudah berjalan, hasil pemetikan sudah terebuka dengan pihak ketiga. Jadi kami tidak bisa mengabulkan untuk penundaan. Atau (mereka) minta ikut juga pilkades, jangan jadi lima calon, gitu,” kata Imam.
Imam mengatakan pihaknya telah memfasilitasi pertemuan dengan massa sehari sebelum aksi penggembokan. Mediasi tersebut berlangsung sejak siang hingga malam hari, tetapi tidak menghasilkan titik temu.
“Udah mediasi kemarin. Hampir-hampir dari siang sampai ke malem. Cuman kan kita tidak bia memenuhi permohonannya, yang memang secara aturan, tahapannya kan tetap berlanjut kita,” katanya.
Kabupaten Bekasi akan menggelar Pilkades Serentak pada Minggu, (20/9/2026). Sebanyal 154 desa di 23 kecamatan akan mengikuti pemilihan tersebut.
Dari jumlah tersebut, 19 desa harus menjalani proses seleksi calon kepala desa karena jumlah pendaftar melebihi batas maksimal lima kandidat.
Proses seleksi tersebut kemudian memunculkan perselisihan, khususnya dari kandidat yang dinyatakan tidak lolos. Mereka mempersoalkan hasil seleksi yang dinilai tidak transparan dan meminta kandidat yang mereka dukung tetap diikutsertakan dalam Pilkades.
Sebelumnya, pendukung dari sejumlah desa juga telah melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Pemkab Bekasi. Perwakilan massa bahkan disebut mendatangi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi setelah tuntutan mereka belum dipenuhi pemerintah daerah.
Aksi kemudian berlanjut dengan penggembokan kantor DPMD dan ruang kerja bupati.
Namun, ruang kerja bupati tidak digunakan karena Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja lebih memilih berkantor di ruang wakil bupati.
Imam memastikan aksi penggembokan kantor tersebut tidak akan menghambat pelaksanaan Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (20/9/2026).