HAIJABAR.ID – Warga Kota Bekasi dibuat resah setelah aliran di Kali Bekasi, tepatnya di Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau tidak sedap dalam dua hari terakhir.

Kondisi tersebut turut mengganggu pasokan air baku PDAM Tirta Patriot, sehingga distribusi air bersih kepada pelanggan ikut terdampak.

Bahkan, selama hampir sepekan terakhir, air yang diterima pelanggan dilaporkan masih keruh dan belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Warga Duga Tercemar Limbah Industri

Sejumlah warga menduga perubahan warga air disebabkan limbah industri yang masuk ke aliran Kali Bekasi.

Menurut mereka, kondisi serupa bukan kali pertama terjadi, terutama saat musim kemarau ketika debit air sungai menurun.

“Hari kemarin ini, dua hari. Sebelumnya juga ada lagi,” kata Natih warga setempat pada Jumat, (31/7/2026).

Saat ditanya mengenai penyebab air menghitam, Natih menduga pencemaran berasal dari limbah.

“Dari air limbah aja,” ujarnya.

Ia juga menilai musim kemarau memperparah kondisi tersebut karena pasokan air dari hulu sungai berkurang.

“Iya, enggak ada pemasukan air dari sana,” katanya.

Warga menduga limbah berasal dari aktivitas industri di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, maupun Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai sumber pasti pencemaran maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.