HAIJABAR.ID – Aktivitas warga di Kampung Pasirastana, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, terganggu setelah akses jalan di wilayah tersebut ambles sekitar 10 meter dengan kedalaman mencapai 2 meter.
Jalan yang berada di RT 02 RW 19 tersebut kini tidak dapat dilintasi kendaraan. Warga memasang penghalang di sekitar lokasi untuk mencegah masyarakat melewati jalan yang ambles demi keselamatan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, (25/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Warga menduga amblesnya jalan dipicu oleh luapan air dari selokan yang berada di sekitar area pertanian.
Rohim (60), warga Pasitastana, mengatakan awalnya keretakan jalan diketahui Ketua RT 02 Heri ketika melintas sepulang dari Kampung Warungdomba. Saat itu, kerusakan masih kecil.
Namun, kondisi jalan kemudian semakin parah. Heri bahkan mendengar suara tanah bergerak hingga akhirnya tidak bisa melewati jalan tersebut dan harus menggunakan jalur lain.
Anak Sekolah Terpaksa Memutar
Putusnya akses jalan berdampak langsung terhadap mobilitas sekitar 48 keluarga di Kampung Pasirastana. Kendaraan roda empat sama sekali tidak dapat melintas sehingga warga kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk berbelanja.
Pengendara sepeda motor juga harus mencari jalur alternatif yang melewati kawasan pemakaman dan permukiman warga. Jalur tersebut lebih sempit dan berkelok-kelok.
Kondisi itu turut menyulitkan anak-anak yang hendak berangkat sekolah. Pelajar dari Pasirastana maupun Kampung Cikubangtengah, Desa Mandalamukti, kini harus melewati jalur memutar.
“Ieu murangkalih sakola rada karunya, ka ditu jalan muter,” kata warga Pasirastana, Inen (55) Rabu, (26/8/2026).
Jalan Ambles 10 Meter di Bandung Barat, Diduga Akibat Luapan Air Selokan
Kapolsek Cikalongwetan Ajun Komisaris Deden Indrajaya mengatakan hasil peninjauan di lokasi menunjukkan amblesnya jalan diduga berkaitan dengan luapan air selokan.
Air yang terus meresap ke struktur tanah di bawah jalan membuat kondisi tanah menjadi labil dan melunak sehingga tidak mampu menahan beban jalan.
Lokasi tersebut juga pernah mengalami longsoran sekitar 2025. Kondisi itu memperkuat dugaan bahwa persoalan saluran air yang tidak tertata dan kerap tersendat menjadi salah satu faktor kerusakan berulang.
Jalan tersebut memiliki peran penting karena menjadi penghubung antara Desa Mandalasari dan Desa Mandalamukti.
Polsek Cikalongwetan kini berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Cikalongwetan dan Pemerintah Desa Mandalasari untuk melaporkan kondisi tersebut kepada instansi terkait.
Penanganan yang diusulkan meliputi perbaikan saluran air, pengaturan selokan, hingga perbaikan badan jalan.
Sementara itu, warga diminta menggunakan jalur alternatif untuk sementara waktu. Pembersihan dan perbaikan saluran air serta pemantauan kondisi jalan juga diperlukan untuk mencegah kerusakan semakin meluas.

Tinggalkan Balasan