Jabar Siapkan Mobile Batching Plant, Cor Jalan di Desa Terpencil Tak Perlu Tunggu Pabrik


HAIJABAR.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan armada Mobile Batching Plant untuk mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan di wilayah terpencil yang sulit dijangkau.
Armada tersebut merupakan kendaraan yang dapat memproduksi beton langsung di lokasi proyek. Dengan begitu, pembangunan jalan tidak perlu bergantung pada pasokan beton dari pabrik yang berada jauh dari lokasi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, penggunaan Mobile Batching Plant menjadi salah satu upaya Pemprov Jabar mempercepat penanganan infastruktur dasar, khususnya jalan yang dibutuhkan masyarakat.
Dikutip pada Senin, (5/10/2026), Dedi mengatakan armada tersebut memungkinkan proses pengecoran dilakukan langsung di lokasi pembangunan jalan.
“Diperuntukkan untuk membuat jalan-jalan cor. Sehingga ngecornya enggak usah lagi di pabrik. Tapi ngecornya di lokasi desa yang jauh dari batching plant pakai mobil,” kata Dedi pada Senin, (5/10/2026).
Menurut Dedi, alat tersebut berguna untuk wilayah yang memiliki akses terbatas dan berada jauh dari lokasi pabrik beton.
Dedi mengatakan keberadaan Mobile Batching Plant diharapkan dapat mempercepat penanganan jalan yang rusak, baik jalan provinsi maupun kabupaten/kota.
“Kita ingin penanganan kerusakan jalan, terutama jalan provinsi dan kabupaten/kota, bisa dieksekusi secara instan dan mandiri tanpa harus menunggu rantai logistik beton konvensional yang lama,” ujarnya.
Ia menyebut armada tersebut juga dapat menjangkau wilayah dengan kondisi jalan sempit yang sulit dilalui kendaraan atau peralatan pengolah beton berukuran besar.
“Alat ini menjadi jawaban untuk wilayah-wilayah yang lokasinya terpencil atau memiliki akses jalan sempit yang tidak bisa dijangkau oleh stasiun pengolah beton besar. Pelayanan publik tidak boleh terhambat oleh jarak,” sambungnya.
Dedi menegaskan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat tidak boleh hanya berfokus pada kawasan perkotaan. Jalan di wilayah kampung dan desa juga perlu mendapat perhatian karena menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat.
Selain menyiapkan armada untuk mempercepat pembangunan, Dedi mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga hasil pekerjaan jalan yang baru selesai dicor.
Ia meminta warga tidak langsung melintasi jalan menggunakan sepeda motor maupun mobil karena beton membutuhkan waktu untuk mencapai kekuatan maksimal.
“Lamun geus alus (kalau sudah bagus), ingat ya, waktu jalan masih basah jangan diinjek dulu pakai motor, pakai mobil. Tunggu sampai 14 hari, baru boleh lewat,” jelas dia.
Dedi juga memastikan pengadaan Mobile Batching Plant bukan menggunakan dana pribadi. Menurutnya, armada tersebut dibeli menggunakan anggaran pemerintah yang bersumber dari pajak masyarakat Jawa Barat.
“Mobil-mobilnya bukan dari saya, uangnya uang dari pajak rakyat Jabar yang dibayarkan melalui pajak kendaraan bermotor,” tuturnya.
Ia berharap pembangunan jalan dengan dukungan armada tersebut dapat memperluas akses masyarakat di wilayah pedesaan, terutama daerah yang selama ini terkendala jarak dan akses menuju lokasi produksi beton.