HAIJABAR.ID – Pemerintah Kota Bandung mulai mematangkan sistem transportasi masal terintegrasi melalui proyek Mass Transit Project (MASTRAN).
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Cekungan Bandung yang diharapkan mampu mengurangi kemacetan sekaligus mengintegrasikan layanan transportasi publik.
Program ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta pemerintah daerah di wilayah Cekungan Bandung terkait penyediaan Public Service Obligation (PSO) untuk layanan angkutan masal.
BRT Jadi Solusi Transportasi Terintegrasi di Bandung Raya
Salah satu moda transportasi MASTRAN yang saat ini tengah berjalan pembangunannya adalah Bus Rapid Transit (BRT) yang menghubungkan daerah-daerag wilayah Cekungan Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan kehadiran BRT merupakan bagian dari upaya menghadirkan sistem transportasi publik yang saling terhubung di kawasan Bandung Raya.
“Ini kan bagian dari sebuah upaya kita melakukan terobosan agar sistem angkutan umum di Bandung Raya ini terintegrasi, maka masuk ke dalam program strategis nasional dan prioritas. Dengan demikian, kerjanya terintegrasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota kabupaten yang ada di Bandung Raya, termasuk Sumedang tentunya,” kata Muhammad Farhan pada Rabu, (22/7/2026).

Tinggalkan Balasan