HAIJABAR.ID – Layanan bus listrik Kabogorbus mencatat respons positif dari masyarakat selama masa uji coba yang berlangsung selama tiga bulan, April hingga Juni 2026.

Tercatat hampir 28 ribu penumpang telah memanfaatkan layanan ini. Berbekal hasil tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kini menyiapkan pengembangan layanan sebagai bagian dari transformasi transportasi publik ramah lingkungan.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan hasil uji coba menjadi dasar evaluasi operasional sekaligus penyusunan langkah pengembangan layanan bus listrik di Kabupaten Bogor.

Bus Listrik Kabogorbus Angkut 28 Ribu Penumpang

Rudy menjelaskan, selama masa uji coba, empat unit bus listrik yang terdiri dari dua armada milik pemerintah daerah dan dua armada hasil kerja sama dengan pihak swasta berhasil melayani hampir 28 ribu penumpang.

Tingkat keterisian penumpang (load factor) juga mencapai rata-rata 79 persen, yang menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap transportasi umum berbasis energi ramah lingkungan.

“Layanan ini telah mengangkut hampir 28.000 penumpang dengan rata-rata tingkat keterisian (load factor) mencapai 79 persen, menandakan tingginya antusiasme masyarakat,” kata Rudy pada Selasa (21/7/2026).

Layanan Kabogorbus beroperasi di koridor Terminal Bojonggede-AEON Mall Sentul sepanjang sekitar 40 kilometer. Jalur tersebut dipilih karena menghubungkan kawasan permukiman, kawasan industri, Stasiun KRL, hingga pusat kegiatan ekonomi.

Kemacetan dan SPKLU Masih Jadi Tantangan

Meski mencatat hasil positif, Pemkab Bogor masih menemukan sejumlah tantangan selama masa uji coba.

Salah satunya adalah keterbatasan armada yang berdampak pada jadwal operasional, ditambah kemacetan di sejumlah titik seperti Bojonggede, Tugu Pancakarsa, dan Sentul.

Selain itu, penggunaan sistem pembayaran non-tunai oleh penumpang masih relatif rendah. Ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang terbatas juga menjadi perhatian dalam pengembangan layanan ke depan.

“Evaluasi di lapangan masih mencatat sejumlah tantangan. Keterbatasan jumlah armada dan keterlambatan jadwal akibat titik kemacetan di Bojonggede, Tugu Pancakarsa, hingga Sentul menjadi perhatian utama,” ujar Rudy.

Pemkab Bogor Siapkan Pengembangan Layanan Bus Listrik

Sebagai tindak lanjut hasil evaluasi, Pemkab Bogor menyiapkan sejumlah langkah pengembangan.

Di antaranya digitalisasi sistem tiket, penambahan armada bus listrik, percepatan pembangunan SPKLU, integrasi dengan moda transportasi lain, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Pemerintah daerah juga menyiapkan Stadion Pakansari sebagai lokasi depo atau parkir armada bus listrik. Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 10 hingga 30 unit bus listrik apabila layanan diperluas.

Rudy menegaskan, Pemkab Bogor berkomitmen mempercepat transformasi transportasi publik menuju kendaraan berbasis listrik yang lebih ramah lingkungan.

“Pada prinsipnya, Pemkab Bogor siap bertransformasi dari angkutan berbahan bakar fosil ke bahan bakar listrik. Saat ini tinggal merumuskan mekanisme yang saling menguntungkan bagi semua pihak. Harapannya kajian evaluasi ini diselesaikan secepatnya,” pungkasnya.