Kemarau Panjang Bikin Petani di Cianjur Kelimpungan, Biaya Pompa Air Membengkak hingga Terancam Gagal Panen
HAIJABAR.ID – Kemarau panjang yang melanda Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, membuat para petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyelamatkan tanaman padi mereka.
Meski menggunakan mesin pompa untuk menyedot air dari saluran irigasi dan sumur bantuan, lahan pertanian masih kesulitan mendapatkan pasokan air karena kondisi tanah yang sudah terlalu kering.
Ketua Kelompok Tani Sukamulya, Desa Sindangsari, Idan Didan, mengatakan para petani kini mengandalkan mesin pompa agar sawah tetap terairi.
Namun, biaya operasional menjadi kendala utama di tengah musim kemarau.
“Para petani sekarang masih berupaya menyedot air menggunakan mesin pompa dari saluran yang ada dan sumur bantuan BBWS. Kendalanya itu biaya operasionalnya, harus membeli token listrik atau solar untuk menghidupkan pompa,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Biaya Pompa Air Membengkak
Idan menjelaskan biaya yang harus dikeluarkan petani untuk mengoperasikan pompa tidak sedikit. Dalam sekali pengisian sebesar Rp100 ribu, mesin pompa hanya mampu beroperasi sekitar lima jam.
“Kalau Rp100.000 itu cuma cukup sekitar lima jam. Itu juga belum mencukupi untuk mengairi sawah,” terangnya.
Menurutnya, kondisi tanah yang mengeras akibat kemarau membuat kebutuhan air meningkat drastis. Akibatnya, pompa harus dinyalakan lebih lama sehingga biaya operasional terus bertambah.
“Tanahnya sudah terlalu keras dan terlalu kering, jadi air yang dibutuhkan lebih banyak. Kalau sudah begini, susah untuk membasahi sawah sehingga petani harus mengeluarkan biaya lebih besar lagi,” ungkapnya.
Lima Hektare Sawah Dipastikan Gagal Panen
Selain dibebani biaya operasional, para petani juga mulai menghadapi ancaman gagal panen akibat minimnya pasokan air.
Dari total 20 hektare lahan yang dikelola Kelompok Tani Sukamulya, sekitar 5 hektare dipastikan mengalami puso atau gagal panen total.
Sementara lahan lainnya masih berpotensi dipanen, meski hasil produksinya diperkirakan menurun karena kekurangan air.
Kondisi tersebut membuat petani khawatir kerugian akan semakin besar apabila musim kemarau terus berlanjut.
Petani Harap Ada Bantuan dari Pemerintah
Idan berharap pemerintah dapat memberikan bantuan untuk meringankan beban petani, terutama terkait biaya operasional pompa air.
Menurutnya, bantuan berupa subsidi listrik maupun bahan bakar akan sangat membantu petani mempertahankan tanaman padi di tengah musim kemarau.
Dengan adanya dukungan tersebut, petani berharap masih dapat menyelamatkan lahan yang tersisa sekaligus meminimalkan risiko gagal panen yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan