HAIJABAR.ID – Seorang pria dan wanita menjadi korban pemukulan setelah ditegur warga saat diduga pesta minuman keras (miras) di area tempat pemakaman umum (TPU) Gunung Gadung, Bogor Selatan, Kota Bogor.
Kanit Reskrim Polsek Bogor Selatan, Iptu Suwandi, membenarkan adanya laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut.
Korban telah dimintai keterangan bersama sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi kejadian.
“Betul kejadiannya. Korban sudah diterima laporannya, sudah diperiksa juga korbannya, saksi-saksi juga,” kata Suwandi pada Rabu, (15/7/2026).
Berawal Ditegur saat Pesta Miras di Area Pamakaman
Peristiwa itu terjadi pada Rabu, (8/7) malam. Berdasarkan keterangan polisi, pria berinisial US dan perempuan berinisial D tengah berkumpul bersama teman-temannya sambil mengonsumsi minuman keras di sekitar area pemakaman.
Diduga karena suara mereka dianggap mengganggu, sehingga sekelompok warga datang untuk menegur. Namun, teguran tersebut kemudian berujung adu mulut.
Dalam keributan itu, perempuan berinisial D diduga sempat melawan saat ditegur sehingga akhirnya ditampar oleh salah seorang warga.
“Lagi minum-minum (menenggak miras), datanglah rombongan warga anak kampung situ, menegur mereka karena berisik dan terjadilah cekcok mulut. Kemudian ada satu anak perempuan yang ada di lokasi itu ditampar. Perempuan ini dari pihak yang ditegur, karena melawan, cekcok juga, terus ditampar,” jelas Suwandi.
Pria Dipukuli Usai Mengantar Korban Perempuan Pulang
Setelah insiden tersebut, korban US berinisiatif mengantar D ke rumah pamannya yang berada tidak jauh dari lokasi untuk menghindari keributan.
Namun, setelah selesai mengantar dan kembali dari rumah tersebut, US justru diduga menjadi korban pemukulan oleh dua orang.
“Terus cekcok lagi dan cowok teman cewek ini digebukin, tapi pelakunya dua orang, bukan ramai-ramai,” ujar Suwandi.
Polisi Masih Selidiki Kasus Penganiayaan
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh fakta dalam kasus tersebut, termasuk mengidentifikasi pelaku dan motif lengkap di balik aksi pemukulan.
“Kasusnya masih penyelidikan, kita masih dalami keterangan korban. Pelaku masih lidik,” pungkas Suwandi.

Tinggalkan Balasan