HAIJABAR.ID – Seorang pria berusia 26 tahun yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Kings Shopping Centre, Kota Bandung, diduga merupakan Kepala Satuan pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti peristiwa tersebut.

Pria Gantung Diri di Kings Shopping Centre Diduga Kepala SPPG

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area lantai 12 parkiran gedung pada Minggu (12/7/2026) pagi.

Setelah menerima laporan dari petugas keamanan dan teknisi gedung, personel Polsek Regol bersama Tim Inafis Polrestabes Bandung langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Regol Kompol Megawati Triyani mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam keadaan tergantung menggunakan seutas tali.

Selain melakukan olah TKP, polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban sebagai barang bukti, di antaranya telepon genggam, sandal, kartu tanda penduduk (KTP), serta sepucuk surat tulisan tangan yang berisi permohonan maaf kepada keluarga, teman, dan rekan kerja.

Isi Surat Wasiat

Berikut isi surat yang beredar menggunakan bahasa aslinya (Sunda):

MOHON MAAF JIKA SAYA TIDAK BERTANGGUNGJAWAB

MAH, PA, TEH, AA, MAAFIN P*** NYA JIKA JARANGN BERCERITA/NGOBROL, P*** SUKA TIDUR AJA, DIAM SAJA DI KAMAR, BELUM BISA BERPERILAKU DEWASA, MENGECEWAKAN, MAAF.

Y*** MAAFIN P*** NYA, MAKASIH YA UDAH MAU BERTEMAN SELAMA SETAHUN MENEMANI. MOHON MAAF JIKA DILUAR EKSPEKTASI Y****… MAAFKAN P*** BUAT KECEWA TERUS.

UNTUK REKAN KERJA DAPUR MAAFIN SAYA BANYAK KURANG NYA, SAYA BELUM BELUM PANTES MENDAPATKAN POSISI ITU.

UNTUK DIRI SAYA MAAFIN SAYA, JIKA SAYA PENAKUT, MENTAL LEMAH, TIDAK PERNAH BERSOSIAL, PENDIAM, JADI BEBAN ORANG TUA. MUDAH STRES, MUDAH DEG-DEGAN, DIPENDAM SENDIRI.

TERWAKILI YA ALLAH, DIMUDAHKAN REZEKI/DALAM MENJALANI BANYAK KETAKUTAN

Terjemahan Isi Surat ke Bahasa Indonesia

Apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, isi surat tersebut berbunyi:

“Mohon maaf jika saya belum bisa bertanggung jawab. Ibu, Ayah, Teteh, Aa, maafkan saya karena jarang bercerita atau mengobrol.

Saya lebih sering tidur, hanya diam di kamar, belum bisa bersikap dewasa, sering mengecewakan. Maaf.

Y*, maafkan saya. Terima kasih sudah mau menjadi teman selama satu tahun dan menemani saya. Maaf jika saya tidak sesuai harapanmu. Maaf karena terus membuatmu kecewa.**

Untuk rekan kerja di dapur, maaf atas segala kekurangan saya. Saya merasa belum pantas mendapatkan posisi itu.

Untuk diri saya sendiri, maaf karena saya penakut, mental lemah, tidak pernah pandai bersosialisasi, pendiam, merasa menjadi beban orang tua, mudah stres, mudah gugup, dan selalu memendam semuanya sendiri.

Semoga Allah memudahkan rezeki dan memberikan kemudahan dalam menghadapi segala ketakutan.”

Polisi Masih Dalami Identitas dan Latar Belakang Korban

Informasi yang beredar menyebut korban merupakan salah satu Kepala SPPG di Kabupaten Bandung.

Namun, Kapolsek Regol Kompol Megawati Triyani mengatakan bahwa berdasarkan identitas pada KTP, korban masih tercatat berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa.

“Untuk korban seorang mahasiswa, keterangan mahasiswa di KTP. Setelah diidentifikasi, jenazah langsung dibawa ke RS Sartika Asih,” ujarnya.

Meski demikian, polisi membenarkan bahwa korban merupakan warga Kabupaten Bandung.

“Betul,” katanya.

Pihak keluarga juga telah datang ke rumah sakit untuk proses identifikasi dan menyatakan menerima kejadian tersebut.

“Keluarga menerima dan buat pernyataan menerima kejadian tersebut,” pungkasnya.