HAIJABAR.ID – Video seorang anak yang diduga mengalami penganiayaan oleh ibu kandungnya viral di media sosial Instagram. Dalam video tersebut, anak yang diduga merupakan anak jalanan terlihat berlari sambil menangis ketakutan.

Anak tersebut tampak mengenakan pakaian lusuh. Tak lama kemudian, seorang pengendara sepeda motor yang diduga merupakan ibu korban menunjuk ke arah anak tersebut sembari melontarkan nada ancaman.

Berdasarkan narasi yang diunggah pemilik akun, anak tersebut kerap terlihat di kawasan Jalan Gading Tutuka, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Anak tersebut juga diduga kerap mengalami kekerasan, baik secara verbal maupun fisik.

Menanggapi video yang viral tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung langsung melakukan penelusuran untuk mencari keberadaan ibu dan anak tersebut.

Dinsos Bandung Sisir Gading Tutuka

Kepala Dinsos Kabupaten Bandung Ningning Hendarsah mengatakan, pihaknya bersama aparatur Desa Cingcin telah menyisir lokasi yang sering disinggahi ibu dan anak tersebut.

“Sudah ditelusuri oleh pihak Desa Cingcin di sekitaran Gading Tutuka, tetapi ibu dan anak tersebut tidak kembali ke sana hari ini,” kata Ningning saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (15/9/2026).

Ningning mengungkapkan, berdasarkan rekam jejak penanganan sebelumnya, ibu dan anak tersebut pernah mengontrak rumah di wilayah Kamasan, Kecamatan Banjaran.

Di lokasi tersebut, sempat terjadi kasus penganiayaan serupa di sekitar lampu merah Kamasan. Namun, saat petugas mengecek lokasi kontrakan di Banjaran, keduanya sudah tidak berada di tempat karena telah berpindah domisili.

Dinsos Koordinasi dengan Kota Bandung

Berdasarkan data penertiban yang pernah dilakukan sebelumnya, ibu dan anak tersebut diketahui beralamat di daerah Cigelereng, Kota Bandung.

“Pada saat razia sebelumnya, ibu dan anak itu mengaku sebagai warga Kota Bandung. Jadi, kami pulangkan ke Kota Bandung pada saat itu,” ujar Ningning.

Saat ini, keberadaan anak tersebut masih belum diketahui secara pasti. Dinsos Kabupaten Bandung menduga keduanya kini berada di wilayah Kota Bandung.

Sebab, anak tersebut disebut kerap beraktivitas di sekitar Jalan Soekarno-Hatta hingga kawasan Tegallega.

Untuk mempercepat proses pencarian dan penanganan, Dinsos Kabupaten Bandung telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Bandung.

“Sementara info anak tersebut belum diketahui keberadaannya saat ini dan akan ditelusuri di Kota Bandung, karena suka mangkal di Soekarno-Hatta dan Tegallega juga. Saya sedang berkoordinasi dengan Kadinsos Kota Bandung untuk menelusuri keberadaan mereka,” tutur Ningning.