HAIJABAR.ID – Seekor monyet Surili atau lutung yang merupakan satwa dilindungi ditemukan terluka setelah tertabrak truk di Jalan Raya Bandung-Cianjur, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur pada Jumat, (11/9/2026).

Hewan tersebut tertabrak saat hendak menyeberangi jalan yang padat dilakui kendaraan. Meski sempat terpental, Surili itu masih mampu berlari ke tepi jalan.

Namun, beberapa saat kemudian hewan tersebut terkapar. Warga yang melihat kejadian kemudian memberikan bantuan dan menghubungi Polsek Ciranjang.

Kapolsek Ciranjang, AKP Yudi Suharjo mengatakan petugas yang datang ke lokasi langsung mengevaluasi Surili tersebut ke Polsek Ciranjang untuk mendapatkan penanganan.

“Saat ini hewan dilindungi tersebut kami rawat di dalam kandang, luka luar terlihat di bagian tangan, kalau luka lain kami belum tahu karena butuh pemeriksaan,” katanya.

Diduga Turun dari Hutan Cari Makan

Polisi telah menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk memastikan kondisi Surili sekaligus menindaklanjuti proses penanganannya.

Hewan tersebut nantinya akan dibawa ke balai konservasi. Polisi juga masih menelusuri bagaimana Surili bisa berada hingga ke pinggir jalan nasional.

Asal Surili tersebut belum diketahui. Namun, polisi menduga hewan itu berasal dari kawasan hutan di Kecamatan Bojongpicung yang lokasinya cukup jauh dari tempat ditemukan.

Surili diduga turun dari habitatnya untuk mencari makan hingga akhirnya terpisah dari kawasan hutan dan berada di sekitar permukiman.

“Kami sudah menghubungi petugas BKSDA untuk segera ditangani dan dilepas liar-kan nantinya, dugaan sementara Surili yang ditemukan terpisah dari habitat-nya saat mencari makan,” katanya.

Polisi Imbau Warga Laporkan Satwa Dilindungi

Polisi mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan satwa dilindungi berkeliaran di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Pelaporan diperlukan agar satwa tersebut dapat ditangani oleh petugas dan tidak dipelihara oleh masyarakat karena dapat melanggar hukum.

“Kami meminta masyarakat segera melapor seperti yang menimpa Surili yang diduga hewan liar yang sengaja turun ke perkampungan untuk mencari makan, karena keberadaan dilindungi,” katanya.