HAIJABAR.ID –  Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bogor, Jawa Barat, tetap masuk kerja seperti biasa meski wilayah tersebut terdampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan aktivitas kerja ASN tetap berjalan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Namun ASN yang bertugas di lapangab akan mendapat perlengkapan penunjang kesehatan, terutama masker sesuai standar.

“ASN semua berjalan normal, kecuali mereka yang bertugas di lapangan hanya dilengkapi dengan alat-alat yang lebih khusus, yaitu masker yang berstandar. Masker yang sesuai dengan standar,” kata Jenal pada Minggu, (6/7/2026).

ASN Rentan Bisa Ajukan WFH

Jenal mengatakan pegawai yang rentan terhadap dampak abu vulkanik dapat mengajukan skema Work From Home (WFH).

Pengajuan dilakukan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing kepada Dinas Kesehatan (Dinkes).

Skema WFH diperuntukkan bagi pegawai yang memiliki riwayat penyakit atau gangguan pernapasan.

“Pegawai yang rentan tuh yang tadi, yang memang memiliki riwayat penyakit atau gangguan pernapasan, itu bisa bekerja di rumah,” ujar dia.

Selain opsi WFH bagi pegawai yang rentan, aktivitas ASN yang bertugas di lapangan juga akan dibatasi. Salah satunya dengan meniadakan kegiatan apel.

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta

Gunung Anak Krakatau diketahui kembali aktif meletus sejak 2 Juli 2026. Aktivitas erupsi kemudian meningkat pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari.

Sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kemudian meluas pada Minggu (6/9/2026).

Abu tidak hanya menyebar di wilayah Banten, tetapi juga terpantau di sebagian wilayah Jakarta.

“Betul (abu vulkanik gunung anak Krakatau) sudah menyebar ke sebagian wilayah Jakarta,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Minggu.

Ana mengatakan berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada Minggu (6/9/2026) pukul 06.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Sebaran abu vulkanik dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki terpantau bergerak ke arah timur laut-selatan.

Sebaran tersebut mencakup sebagian wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta perairan di sekitarnya.