Korban Kebakaran SPBE Bekasi Dapat Bantuan Pemprov Jabar, Korban Meninggal Rp25 Juta
HAIJABAR.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan bentuan bagi korban kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Indogas Andalan Kita di Cimuning, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan bantuan tersebut akan diberikan kepada keluarga korban meninggal dunia, korban yang masih menjalani pengobatan, serta warga yang rumahnya terdampak akibat kebakaran.
“Dari pemerintah provinsi sudah menyiapkan bantuan. Mudah-mudahan hari Senin sudah bisa kita serahkan. Bagi korban meninggal akan diberikan bantuan sebesar Rp 25 juta,” kata Dedi pada Jumat, (4/9/2026).
Rumah Warga Terdampak Dapat Bantuan Rp40 Juta
Selain santunan bagi keluarga korban meninggal dunia, Pemprov Jabar juga menyiapkan bantuan bagi warga yang rumahnya terdampak kebakaran SPBE tersebut.
“Dan untuk rumah yang terdampak akan diberikan bantuan sebesar Rp 40 juta,” kata Dedi.
Dedi menegaskan, bantuan dari pemerintah tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan dampak kebakaran yang terjadi di SPBE PT Indogas Andalan Kita.
Meski pemerintah memberikan bantuan, Dedi menekankan perusahaan tetap memiliki kewajiban terhadap para korban.
Pembayaran atau ganti rugi dari perusahaan tetap harus diberikan, terlepas dari proses hukum yang masih berlangsung.
“Di luar aspek hukum yang harus ditempuh, kewajiban perusahaan untuk memberikan pembayaran atau ganti rugi tetap harus dijalankan,” kata Dedi.
Enam Orang Meninggal, 41 KK Terdampak
Kebakaran hebat melanda SPBE PT Indogas Andalan Kita di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam.
Hingga Senin (20/4/2026), jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran tersebut mencapai enam orang.
Keenam korban yakni Agustinus Aritonang (33), Suyadi (63), Djaimun (61), Sapta Prihantono (17), Aulia Putri Budiasti (19), dan Kosasih (66).
Selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut juga berdampak terhadap warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Berdasarkan hasil verifikasi pemerintah setempat, sebanyak 41 kepala keluarga (KK) terdampak akibat kebakaran tersebut.
Kebakaran juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan bangunan di sekitar lokasi.

Tinggalkan Balasan