HAIJABAR.ID – Warga Depok berinisial WOI alias Yayan disebut menjadi salah satu dari delapan warga negara Indonesia (WNI) yang direkrut menjadi militer Rusia untuk berperang melawan Ukraina.

Informasi mengenai delapan WNI tersebut pertama kali disampaikan Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina (Sluzhba zovnishn’oyi rozvidky Ukrayiny/SZRU) melalui laman resminya pada 27 Agustus 2026.

SZRU menampilkan delapan dokumen dari Kementerian Luar Negeri Rusia terkait pemberian visa kepada masing-masing WNI tersebut.

Salah satu nama yang tercantum dalam dokumen itu adalah WOI alias Yayan, warga Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Namun, sebelum namanya disebut dalam dokumen tersebut, Yayan tercatat sempat mengurus penggantian paspor di Kantor Imigrasi Depok pada April 2026.

Kepala Kantor Imigrasi Depok Irvan Triansyah mengatakan, berdasarkan data keimigrasian, Yayan mengajukan penggantian paspor pada 6 April 2026.

Paspor tersebut menggantikan paspor sebelumnya yang diterbitkan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

“Beliau melakukan penggantian permohonan paspor tanggal 6 April 2026. Penggantian paspor ya, bukan paspor baru,” ujar Irvan saat ditemui di Depok, Kamis (3/9/2026).

Yayan Mengaku Siapkan Paspor untuk Wisata ke Malaysia

Irvan menyebut Yayan mengajukan penggantian paspor sesuai prosedur resmi keimigrasian melalui aplikasi M-Paspor.

Saat menjalani wawancara dengan petugas imigrasi, Yayan menyebut pengurusan paspor tersebut dilakukan untuk persiapan wisata ke Malaysia sekaligus mendukung pekerjaannya sebagai pedagang online.

“Pada saat ditanya sama petugas wawancara terkait untuk apa melakukan penggantian paspor, beliau menjawab untuk persiapan wisata. Tujuannya persiapan wisata dan keperluan pekerjaan ke Malaysia. Dan rencana berangkat di bulan April 2026 selama 3 hari. Karena beliau saat ini sebagai wiraswasta memiliki usaha menjual sepatu dan tas branded di daerah Depok secara online,” ungkapnya.

Kendati demikian, Irvan mengatakan pihaknya belum mengetahui kapan pastinya Yayan meninggalkan Indonesia. Data tersebut harus dicek melalui catatan perlintasan keimigrasian.

Irvan juga belum dapat mengonfirmasi informasi mengenai pengajuan visa Yayan pada 14 April 2026. Menurut dia, visa merupakan dokumen yang dikeluarkan oleh negara tujuan.

Irvan mengatakan, tidak ditemukan indikasi Yayan hendak pergi ke Rusia saat menjalani proses wawancara penggantian paspor.

“Karena memang tidak ada penerbangan langsung ke Rusia ya. Kalau dari hasil wawancara, yang bersangkutan tujuannya wisata,” ucapnya.

Irvan mengungkapkan, selama sesi wawancara, Yayan juga tidak menunjukkan indikasi akan bepergian ke Rusia.

“Tidak (ada indikasi akan ke Rusia). Karena memang pada saat dilakukan pendalaman wawancara juga tujuannya hanya untuk wisata dan mendukung usahanya sebagai UMKM di Depok,” tegasnya.

Imigrasi Sebut Yayan Bukan Anggota TNI atau Polri

Irvan juga memastikan data pribadi Yayan tidak menunjukkan dirinya sebagai anggota TNI, Polri, ataupun aparat penegak hukum.

“Kalau berdasarkan datanya itu sebagai karyawan wiraswasta, wiraswasta,” kata Irvan.

Keterangan tersebut sejalan dengan Ketua RT 02 RW 06 Rangkapan Jaya Baru, Safarudin, yang mengenal Yayan sebagai warga di wilayahnya.

Menurut Safarudin, Yayan memang tercatat sebagai warga setempat. Namun, dia mengaku jarang melihat Yayan beraktivitas di lingkungan RT karena lebih banyak bergaul di luar wilayah tersebut.

“Wahyu Oktavian itu secara data KTP betul adalah warga sini. Tapi setahu saya memang saya juga jarang ketemu. Jadi dia memang gaulnya di luar. Gaulnya di luar. Kalaupun ketemu ya say hello saja gitu. Sangat-sangat jarang ketemu,” ujar Safarudin saat ditemui di rumahnya, Depok, Kamis.

Safarudin mengatakan, Yayan tinggal di rumah peninggalan orangtuanya bersama kakak perempuannya.

Kedua orangtua Yayan disebut telah meninggal dunia. Orangtua Yayan merupakan purnawirawan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

Safarudin menyebut Yayan tidak terlihat pernah atau sedang mengikuti kegiatan kemiliteran.

“Setahu saya enggak sih, setahu saya ya. Yang saya ketahui di sini, selama saya ketemu di sini ya enggak. Tapi enggak tahu kalau di luar ya. Tapi enggak ada potongan juga lah. Ini perawakannya gemuk pendek,” jawabnya saat ditanya apakah Yayan sempat mengikuti kegiatan militer.

Meski demikian, Safarudin menyebut Yayan bukan sosok yang dikenal sering membuat masalah di lingkungan RT 02.

“Tapi sebetulnya enggak enggak pernah sih bikin onar di lingkungan RT 02 ini, enggak. Enggak pernah ada konflik dengan lingkungan sini ya RT 02, enggak pernah,” tuturnya.