HAIJABAR.ID – Trotoar di Jalan Sentot Aliansyah-Suparapati atau kawasan Gasibu, Kota Bandung, Jawa Barat, dikeluhkan warga karena memiliki ketinggian yang cukup ekstrem.

Di sejumlah titik, trotoar bahkan setinggi lutut orang dewasa sehingga menyulitkan pejalan kaki untuk mengaksesnya.

Berdasarkan pantauan pada Senin (31/8/2026), perbedaan ketinggian antara trotoar dan badan jalan terlihat cukup signifikan.

Trotoar tersebut belum dilengkapi undakan bertahap untuk memudahkan warga naik dan turun.

Kondisi itu dikeluarkan sejumlah pejalan kaki, terutama karena akses tersebut juga digunakan oleh masyarakat yang berjalan bersama anak maupun membawa barang.

Dedi Mulyadi Minta Trotoar Segera Dievaluasi

Keluhan warga terkait trotoar setinggi lutut di kawan Gasibu tersebut mendapat respons dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dedi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat.

Ia juga mengakui bahwa trotoar tersebut memang dibangun terlalu tinggi dan dapat menyulitkan warga, khususnya lansia, anak-anak, serta masyarakata dengan mobilitas terbatas.

“Saya melihat memang terlalu tinggi dan saya sudah meminta Kepala PU (DBMPR) untuk melakukan evaluasi dengan membuat undakan,” kata Dedi.

Dedi meminta Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat segera mengevaluasi kondisi trotoar tersebut dengan menambahkan undakan agar akses warga lebih mudah.

Jalur Disabilitas Juga Diminta Disediakan

Selain undakan, Dedi juga meminta pemerintah memastikan tersedianya akses yang dapat digunakan penyandang disabilitas.

Menurutnya, penataan trotoar harus tetap mengembalikan fungsi utama ruang tersebut sebagai fasilitas bagi pejalan kaki.

“Dan dibuatkan jalur untuk penyandang disabilitas dengan satu catatan bahwa trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk pedagang, bukan untuk pemotor maupun pesepeda,” tegas Dedi.

Mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dedi kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia memastikan proses perbaikan akan segera ditindaklanjuti oleh DBMPR.

Warga Keluhkan Akses Trotoar Terlalu Tinggi

Keluhan mengenai trotoar tersebut juga disampaikan warga yang menggunakannya secara langsung.

Bima (33), seorang pejalan kaki, mengatakan ketinggian trotoar cukup menyulitkan, terutama ketika harus membawa barang atau berjalan bersama anak.

“Kalau tingginya seperti ini memang agak susah naiknya. Harus hati-hati supaya tidak tersandung atau jatuh,” ujar Bima, Senin (31/8/2026).

Hal senada disampaikan Bayu (34). Ia berharap pemerintah menyediakan akses naik-turun yang lebih landai agar trotoar dapat digunakan oleh seluruh masyarakat.

“Kalau ada undakan akan lebih mudah. Jangan langsung tinggi seperti ini dari jalan,” ujar Bayu.