KDM Datangi Rumah Korban Ledakan Gas di Bekasi, Janji Tanggung Biaya Pengobatan hingga Sembuh
HAIJABAR.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau biasa disapa KDM mendatangi rumah korban ledakan yang diduga berasak dari tabung gas elpiji di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Minggu, (30/8/2026).
Kedatangan KDM berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB. Ia datang untuk melihat langsung kondisi rumah yang menjadi lokasi ledakan sekaligus menemui keluarga korban.
KDM Datangi Rumah Korban Ledakan Gas di Bekasi
Kanah (36), keluarga korban, mengatakan KDM sempat melihat sejumlah bagian rumah, termasuk dapur yang menjadi titik awal terjadinya ledakan.
Selain melihat kondisi lokasi, KDM juga menanyakan kronologi kejadian kepada keluarga untuk mengetahui secara langsung bagaimana insiden tersebut terjadi.
“KDM ngeliat kondisi ini (rumah) sama kondisi dapur, terus sama (ada) orang wawancara kenapa-kenapanya gitu,” kata Kanah pada Minggu, (30/8/2026) siang.
KDM Berikan Bantuan untuk Keluarga Korban
Dalam kunjungannya, KDM juga memberikan bantuan kepada keluarga yang terdampak ledakan.
Kanah mengatakan bantuan tersebut diperuntukkan bagi dua korban yang meninggal dunia, korban yang masih menjalani perawatan, serta keluarga yang harus mendampingi korban selama berada di rumah sakit.
Tak hanya memberikan bantuan, KDM juga menyampaikan komitmennya untuk membantu biaya pengobatan korban yang masih dirawat.
Menurut Kanah, KDM mengatakan biaya pengobatan akan ditanggung apabila tidak dapat menggunakan fasilitas kesehatan yang ditanggung pemerintah.
“Pokoknya proses pengobatan kalau nggak bisa pakai KIS ditanggung sama KDM semua sampai sembuh,” kata Kanah.
Ledakan Tewaskan Ayah dan Anak
Sebelumnya, ledakan terjadi pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Sebanyak enam anggota keluarga menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Dua di antaranya meninggal dunia, yakni Deni Setiawan (36) dan putranya, Raihan Alfarizky (7).
Keduanya sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Bekasi akibat luka bakar hingga sekitar 90 persen. Namun, nyawa ayah dan anak tersebut tidak berhasil diselamatkan.
Sementara empat anggota keluarga lainnya juga mengalami luka bakar dan masih mendapatkan penanganan medis.
Berawal dari Dugaan Kebocoran Gas
Berdasarkan keterangan keluarga, peristiwa bermula ketika Enah, pemilik rumah, sedang menghangatkan nasi menjelang subuh.
Saat itu diduga terjadi kebocoran pada tabung gas yang digunakan untuk memasak. Menyadari adanya kebocoran, Enah kemudian meminta bantuan menantunya untuk memeriksa sekaligus memperbaiki tabung gas tersebut.
Namun, sebelum proses perbaikan selesai dilakukan, terdengar suara ledakan keras dari dalam rumah.
Ledakan tersebut kemudian memicu kebakaran dan menyebabkan enam anggota keluarga yang berada di dalam rumah mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan berbeda.

Tinggalkan Balasan