HAIJABAR.ID – Seorang pria berinisial MA (45) ditemukan tewas di dasar sumur sedalam sekitar 10 meter saat melakukan penggalian di wilayah Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Korban diduga pingsan akibat keracunan gas beracun yang berada di dalam sumur.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, (28/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran (Damkar) untuk meminta bantuan evakuasi.

“Berdasarkan keterangan warga setempat, korban diduga pingsan saat sedang menggali sumur,” kata Danu Damkar Sektor Cibinong M Ridwan pada Jumat, (28/8/2026).

Sumur Mengandung Gas Beracun

Tim Damkar Sektor Cibinong dan Parung yang tiba di lokasi langsung melakukan asesmen terhadap kondisi sumur.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan adanya gas beracun di dalam lubang.

“Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan asesmen terhadap kondisi lokasi kejadian. Hasil asesmen diketahui bahwa terdapat gas beracun di dalam sumur, sementara korban berada di dasar sumur dalam kondisi meninggal dunia,” kata Ridwan.

“Selanjutnya petugas mengamankan area serta menyiapkann seluruh peralatan penyelamatan yang diperlukan untuk proses evakuasi,” tambahnya.

Kondisi sumur yang dalam, sempit, serta mengandung gas beracun membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan petugas.

Korban Dievakuasi dengan Teknik Mountaineering

Petugas Damkar kemudian melakukan proses evakuasi menggunakan teknik mountaineering dan sistem hauling.

Metode tersebut dilakukan dengan memanfaatkan rangkaian peralatan penyelamatan dan sistem pengaman untuk menarik korban di dasar sumur.

Korban diangkat secara bertahap dari kedalaman sekitar 10 meter hingga berhasil mencapai permukaan.

Selama proses evakuasi, petugas mengutamakan keselamatan mengingat kondisi sumur merupakan ruang terbatas dan masih terdapat gas beracun di dalamnya.

“Berkat koordinasi yang baik dan penerapan prosedur penyelamata sesuai standar operasional, korban berhasil dievakuasi dari dalam sumur. Korban selanjutnya diserahkan kepada petugas medis untuk dibawa ke rumah sakit,” kata Ridwan.