HAIJABAR.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor menjadikan Pasar Hewan Jonggol sebagai pusat perdagangan ternak utama untuk memperkuat sistem tata niaga sekaligus memperluas akses pasar bagi peternak dan pelaku usaha.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Nurhayati mengatakan, Pasar Hewan Jonggol memiliki kapasitas besar untuk menampung berbagai jenis ternak.

Dalam satu hari operasional, pasar tersebut mampu menampung sekitar 500 hingga 700 ekor sapi dan kerbau serta 200 hingga 250 ekor kambing dan domba.

“Pasar Hewan Bogor ini dibangun untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi tata niaga, dan akses pasar bagi para peternak serta pelaku usaha peternakan,” kata Nurhayati di Jonggol, Kabupaten Bogor, Selasa (25/8/2026).

Beroperasi Dua Kali Seminggu

Pasar Hewan Jonggol beroperasi rutin dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis. Saat ini, sedikitnya 70 pedagang aktif melakukan transaksi di pasar tersebut.

Para pedagang tidak hanya berasal dari Kabupaten Bogor, tetapi juga berbagai daerah lain di Jawa Barat dan sekitarnya.

Keberadaan pasar ini diharapkan dapat mempertemukan peternak, pedagang, dan konsumen dalam satu pusat perdagangan ternak.

Nurhayati menjelaskan, pembangunan Pasar Hewan Jonggol merupakan bagian dari arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk memperkuat sektor peternakan daerah.

Langkah tersebut juga menjadi tindak lanjut dari Keputusan Bupati Bogor tentang Penetapan Pekerjaan Strategis Kabupaten Bogor Tahun 2026.

Dilengkapi Pemeriksaan Kesehatan Hewan

Untuk menunjang aktivitas perdagangan, Pasar Hewan Jonggol dilengkapi sejumlah fasilitas, mulai dari ruang transaksi, kandang ternak, ruang pemeriksaan kesehatan hewan hingga fasilitas hotel hewan untuk penitipan ternak.

Menurut Nurhayati, fasilitas pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan perdagangan ternak berlangsung secara tertib, aman, dan memenuhi aspek kesehatan hewan.

“Selain menjadi tempat transaksi, pasar ini juga memiliki fasilitas pemeriksaan kesehatan hewan. Ini penting untuk mendukung perdagangan ternak yang lebih tertib, aman, dan memenuhi aspek kesehatan hewan,” ujarnya.

Pemkab Bogor berharap keberadaan Pasar Hewan Jonggol dapat memperpendek rantai distribusi ternak.

Dengan begitu, peternak memiliki akses pasar yang lebih luas sekaligus dapat meningkatkan daya saing komoditas peternakan daerah.