HAIJABAR.ID – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menggagas pembangunan Museum Pahlawan Nasional Almaghfurlah KH Noer Ali.
Museum tersebut direncanakan menjadi sarana edukasi bagi pelajar dan santri untuk mengenal lebih jauh sosok ulama sekaligus pejuang asal Bekasi yang hingga kini dikenang masyarakat.
Gagasan tersebut disampaikan Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di kompleks Pondok Pesantren At Taqw, Kampung Ujung Harapan, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (25/8/2026).
Jadi Ruang Edukasi Sejarah dan Wisata Religi
Asep menilai keberadaan museum penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengenal sejarah perjuangan KH Noer Ali sekaligus menjadikan sosoknya sebagai teladan dan motivasi dalam membangun daerah maupun bangsa.
“Pemerintah daerah bertekad ingin membangun museum untuk putra terbaik Bekasi sekaligus pahlawan nasional KH Noer Ali sebagai ruang edukasi sejarah sekaligus wisata religi,” katanya.
Asep juga berharap museum tersebut nantinya dapat dikunjungi siswa dari jenjang sekolah dasar hingga menengah dan generasi muda.
Mereka dapat mempelajari perjalanan perjuangan KH Noer Ali sekaligus meneladani akhlak serta nilai-nilai perjuangannya.
“Agar nanti anak-anak kita mengenal sosok beliau, kemudian mempelajari akhlak beliau sehingga beliau menjadi panutan dan dikenal di seluruh Indonesia, bukan hanya di Kabupaten Bekasi,” katanya.
Menurut Asep, pembangunan museum dapat diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah Kabupaten Bekasi, keluarga besar At Taqwa, DPRD, serta berbagai pihak terkait. Bentuk dan skema kerja sama tersebut akan dibahas dalam waktu dekat.
Pemkab Bekasi juga selama ini rutin mengadakan tradisi ziarah sebagai bentuk penghormatan terhadap KH Noer Ali setiap 16 Agustus.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Ini juga sebagai salah satu bentuk penghormatan sekaligus kecintaan Pemerintah Kabupaten bekasi beserta masyarakat kepada Beliau Almaghfurlah KH Noer Ali,” katanya.
Pemkab Bekasi Ingin Nilai Perjuangan KH Noer Ali Dikenal Generasi Muda
Dalam kesempatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Asep juga mengajak masyarakat menjadikan kelahiran Rasulullah sebagai momentum untuk meneladani akhlak dan kepemimpinan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keteladanan Rasulullah tetap relevan diterapkan di tengah perkembangan masyarakat.
Kemajuan daerah tidak cukup hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perlu diiringi kemajuan moral, kesantunan dalam berkomunikasi, kepedulian sosial, serta semangat menjaga kebersamaan.
“Marilah kita tanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam keluarga, kita ajarkan kepada anak-anak kita dan kita wujudkan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Ia menyebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah, menjaga kerukunan, serta membangun Kabupaten Bekasi dengan semangat kebersamaan.
“Semoga Kabupaten Bekasi menjadi daerah yang semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera dan senantiasa berada dalam lindungan serta keberkahan Allah SWT,” kata dia.

Tinggalkan Balasan