HAIJABAR.ID – Nurhidayat alias Abuy, seorang tukang cukur di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, mengaku sempat ketakutan hingga tidak bisa tidur setelah video dirinya saat ditegur terkait pemasangan bendera Merah Putih viral di media sosial.
Abuy mengatakan, video tersebut membuat dirinya khawatir karena tersebar luas dan mendapat perhatian warganet.
Ia bahkan sempat takut salah bicara karena khawatir ucapannya justru menimbulkan persoalan baru.
Viral Tukang Cukur di Bogor Tak Pasang Bendera Merah Putih
Abuy mengaku mulai mengetahui video tersebut viral setelah istrinya menerima pesan melalui WhatsApp.
Setelah membuka media sosial, ia mendapati rekaman dirinya saat sedang bekerja di tempat pangkas rambut telah beredar di berbagai platform.
“Hari Minggu terus terang enggak bisa tidur, kepikiran takut jempol netizen, takut salah ngomong bahaya,” kata Abuy pada Rabu, (12/8/2026).
Pria asal Kecamatan Pamijahan tersebut juga mengaku sempat merasa malu kepada istrinya setelah mengetahui video itu tersebar luas.
“Saya ge sempat malu ke istri,” ucapnya.
Namun, dukungan dari keluarga dan teman-temannya membuat Abuy perlahan kembali percaya diri. Ia juga melihat banyak warganet yang justru memberikan dukungan kepadanya.
“Ternyata netizen pro-na ka urang (saya), saya jadi PD kan, aman cenah (kata) orang,” ungkapnya.
Abuy Akhirnya Memasang Bendera dan Meminta Maaf
Meski sempat tidak terima karena direkam dan videonya kemudian viral, Abuy memilih memberikan klarifikasi sekaligus meminta maaf atas ucapannya dalam video tersebut.
Ia mengatakan keputusan tersebut diambil untuk meredakan persoalan yang telanjur ramai di media sosial.
“Padahal saya memvideokan enggak, ngeviralin enggak. Ngajelasin udah saya mah. Ya udahlah demi kebaikan aja ini mah, mengalah untuk menang lah istilahnya,” tutur Abuy.
Abuy juga akhirnya memasang bendera Merah Putih di depan tempat pangkas rambutnya.
Di sisi lain, Abuy mempertanyakan identitas pria yang merekam dirinya saat kejadian. Pasalnya, pihak Kecamatan Rancabungur menyebut pria tersebut bukan pegawai kecamatan.
Ia berharap pria yang merekamnya juga memberikan klarifikasi mengenai kejadian tersebut, termasuk terkait dugaan intimidasi yang membuat video itu kemudian viral.
“Makanya kan semua netizen tuh mengecam dia kan sekarang, nyari akun dia kan udah mencoreng nama baik kecamatan juga,” pungkasnya.
Kronologi Abuy Ditegur soal Bendera Merah Putih
Sebelumnya, video yang memperlihatkan Abuy saat ditegur terkait pemasangan bendera Merah Putih untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, Abuy terlihat sedang mencukur pelanggan di tempat usahanya ketika didatangi pihak Kecamatan Rancabungur bersama seorang pria.
Abuy kemudian diminta untuk segera memasang bendera Merah Putih. Seorang pria yang ikut dalam rombongan tersebut merekam Abuy sembari mempertanyakan alasan dirinya belum memasang bendera dengan nada tinggi.
“Kata siapa udah merdeka,” jawab Abuy dalam video tersebut.
Perekam kemudian terus mempertanyakan maksud ucapan Abuy, sementara ia tetap melanjutkan aktivitas mencukur pelanggan.
Video lain yang beredar memperlihatkan Abuy meminta maaf atas perkataannya sambil memegang bendera Merah Putih.
Camat Bantah Ada Pemaksaan
Camat Rancabungur, Dita Aprilia, membantah pihak kecamatan memaksa Abuy membuat video permintaan maaf setelah video teguran tersebut viral.
Menurut Dita, Abuy memang sempat datang ke kantor kecamatan pada malam hari. Namun, kedatangannya didampingi pihak RT dan RW setempat untuk melakukan klarifikasi agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut.
“Nggak ada (pemaksaan). Saya tahu itu ditegur oleh RT, RW. Artinya jangan lah dengan ada bahasa tidak mau mengibarkan bendera, jangan ada bahasa belum merdeka, jangan seperti itu,” kata Dita saat dihubungi, Rabu (12/8/2026).
Dita mengaku tidak bertemu langsung dengan Abuy ketika yang bersangkutan datang ke kantor kecamatan. Ia juga menyebut tidak mengetahui proses pembuatan video permintaan maaf yang kemudian beredar di media sosial.
Menurut Dita, video tersebut dibuat di ruangan Satpol PP Kecamatan Rancabungur tanpa sepengetahuan pihak kecamatan.
“Saya tanya Pak Kasi sama teman-teman ada yang mengintervensi? ‘Nggak ada, Bu,’ gitu. Justru video itu pun tanpa sepengetahuan kita,” ujarnya.
Pria yang Merekam Abuy Disebut Bukan Pegawai Kecamatan
Dita juga memastikan pria yang terlihat menegur dan merekam Abuy bukan merupakan pegawai Kecamatan Rancabungur.
“Itu saya pastikan bahwa itu bukanlah pegawai Kecamatan Rancabungur. Tapi itu adalah ada teman media yang memang pada saat itu sedang membantu untuk mengimbau warga masyarakat,” kata Dita.
Ia menjelaskan, sejak awal Agustus pihak kecamatan telah membagikan bendera Merah Putih kepada warga yang dinilai membutuhkan. Sementara warga yang dianggap mampu diberikan imbauan untuk memasang bendera secara mandiri.
Saat mendatangi tempat usaha Abuy pada Senin (10/8/2026), Dita mengatakan dirinya hanya meminta agar bendera dipasang. Namun, menurutnya, ada perkataan Abuy yang dianggap kurang tepat.
Dita kemudian meminta Sekretaris Kecamatan Rancabungur masuk untuk membantu menenangkan situasi ketika pria yang merekam Abuy mulai emosi.
“Makanya kan di potongan video terakhir di ujung itu ada bahasa Pak Sekcam masuk ya kan, ada Pak Sekcam. Nah itu saya minta tolong Pak Sekcam itu dilerai deh,” katanya.
Pihak Kecamatan Rancabungur pun menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak dimaksudkan untuk berujung pada intimidasi.
Sementara Abuy memilih menyelesaikan persoalan dengan memberikan klarifikasi dan memasang bendera Merah Putih di tempat usahanya.

Tinggalkan Balasan