HAIJABAR.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan kebakaran di kawasan Gunung Picung, Desa Cikodang, Kecamatan Cibeber, telah berhasil ditangani.

Api yang membakar kawasan perbukitan kini sudah padam. Berdasarkan asesmen sementara, kebakaran di Gunung Picung diduga dipicu faktor alam.

Kondisi kawasan yang sering dan suhu tinggi disebut menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya api.

Kebakaran Diduga Dipicu Gesekan Alang-alang

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengatakan lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan yang cukup terpencil dan jauh dari permukiman warga.

Kawasan Gunung Picung juga dibatasi oleh aliran sungai sehingga akses menuju lokasi tidak mudah.

“Diduga akibat gesekan alang-alang, karena suhu yang cukup tinggi. Kondisi panas memicu percikan api yang akhirnya menyebabkan kebakaran,” kaya Wira pada Rabu, (12/8/2026).

Wira memastikan api di kawasan tersebut telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, kondisi kemarau panjang membuat potensi kebakaran lahan masih perlu diwaspadai.

23 Kejadian Karhutla Terjadi dalam 1,5 Bulan

BPBD Cianjur mencatat peningkatan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam sekitar 1,5 bulan terakhir. Sedikitnya terdapat 23 kejadian yang tersebar di 10 kecamatan.

Beberapa wilayah yang mengalami kebakaran di antaranya Kecamatan Cibeber, Cilaku, Cipanas, Cianjur, Sindangbarang, Sukaluyu, dan Cugenang.

Menurut Wira, kebakaran tidak seluruhnya disebabkan faktor alam. Sejumlah kejadian juga diduga dipicu kelalaian manusia, terutama aktivitas pembakaran sampah dan pembukaan lahan.

“Selain karena kondisi alam yang kering akibat kemarau panjang, ada juga yang dipicu faktor kelalaian manusia, seperti aktivitas membakar sampah, dan membuka lahan,” kata Wira.

Salah satu contohnya terjadi di Kampung Cikangkareng, Desa Cibokor, Kecamatan Cibinong. Kebakaran di lokasi tersebut diduga bermula dari aktivitas warga yang membakar sampah di area terbuka.

Serasah sisa pembakaran kemudian terbawa angin hingga membakar area di sekitarnya. Api selanjutnya meluas ke lahan lainnya.

Total 15 Hektare Lahan Terdampak

Dari seluruh laporan kebakaran yang diterima BPBD Cianjur, luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 15 hektare.

Upaya pemadaman tidak selalu berjalan mudah. Petugas menghadapi kendala akses karena sejumlah lokasi kebakaran berada di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan.

Kondisi tersebut membuat mobil pemadam kebakaran tidak dapat mencapai beberapa titik kebakaran.

“Sehingga, banyak penanganan dilakukan secara manual. Selain itu, di beberapa lokasi kejadian, jauh dari sumber air. Situasi tersebut sangat berpengaruh terhadap upaya pemadaman,” ujar Wira.

Warga Diminta Waspadai Pemicu Kebakaran

BPBD Cianjur mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kemarau. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama membakar sampah secara sembarangan.

Masyarakat juga diminta tidak membuang benda yang mudah memicu api di area terbuka.

“Seperti korek api gas, karena kalau terpapar panas matahari bisa meledak dan memicu kebakaran. Apalagi membuang puntung rokok yang secara sembarang,” kata Wira.

BPBD berharap masyarakat turut menjaga lingkungan dengan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan lahan kering dan perbukitan.