HAIJABAR.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan mengembangkan kawasan Pasar Baru menjadi destinasi wisata belanja yang tetap hidup hingga malam hari.
Langkah ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menarik lebih banyak wisatawan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, konsep pengembangan Pasar Baru tidak hanya berfokus pada aktivitas perdagangan di siang hari, tetapi juga akan menghadirkan berbagai kegiatan ekonomi pada malam hari.
“Pasar baru sebagai salah satu kawasan yang akan kita kembangkan sebagai wisata belanja. Wisata belanja ini kan kalau sekarang pagi sampai sore. Nah nanti sampai malam. Nanti kita akan mengembangkan sebuah konsep di mana malam sekalipun Pasar Baru tetap hidup,” kata Farhan pada Jumat, (7/8/2026).
Pemkot Bandung Bakal Sulap Pasar Baru Jadi Wisata Belanja
Farhan menjelaskan, kawasan Pasar Baru nantinya tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga akan menghadirkan berbagai pilihan kuliner, produk UMKM, hingga merchandise untuk menarik minat pengunjung.
Menurutnya, pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi di pusat Kota Bandung sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM.
Selain menyiapkan konsep wisata belanja malam, Pemkot Bandung juga akan mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan di sekitar Pasar Baru.
“Tetapi yang pasti sesuai janji saya kepada Pak Gubernur, jalan-jalan di seputaran Jalan Otto Iskandardinata (Otista) akan kita perbaiki dengan cepat,” katanya.
Farhan mengatakan, ruas jalan yang menjadi prioritas perbaikan meliputi Jalan Tamim, jalan belakang Pasar Baru, Jalan Pecitan Lama, Jalan ABC, hingga Jalan Suniaraja.
Kawasan Penyangga Ikut Dikembangkan
Sementara itu, Jalan Otto Iskandardinata (Otistas) belum akan diperbaiki oleh Pemkot Bandung karena akan masuk dalam paket pembangunan infastruktur Bus Rapid Transit (BRT) yang dikerjakan pemerintah pusat.
“Jalan Tamim, jalan belakang pasar, Jalan Pecinan Lama, Jalan ABC, Jalan Suniaraja semuanya akan kita muluskan dulu. Kenapa Otista tidak dimuluskan dulu? Karena Otista akan masuk ke dalam paket perbaikan infastruktur BRT oleh pemerintah pusat,” jelasnya.
Pemkot Bandung juga akan mengembangkan kawasan penyangga seperti Tamim dan pecinta Lama agar memiliki daya terik ekonomi yang lebih besar.
Berbagai jenis usaha akan didorong tumbuh di kawasan tersebut, mulai dari kuliner, penjualan merchendise, hingga produk fesyen dan sepatu.
“Di daerah penyangga seperti Tamin dan pecinta Lama nanti bisa macam-macam, bisa kuliner, merchandise. Kalau saya melihatnya, kalau bisa menjual fashion atau sepatu juga tidak masalah,” katanya.
Operasional Tidak Sampai 24 Jam
Meski aktivitas ekonomi akan diperpanjang hingga malam hari, Farhan memsatikan operasional kawasan wisata belanja tidak akan berlangsung selama 24 jam.
Menurutnya, kawasan Pasar Baru harus sudah tutup sebelum tengah malam agar petugas memiliki waktu untuk membersihkan area dan menjaga kebersihan Kota Bandung.
“Nantinya bukan 24 jam. Harus sudah tutup sebelum jam 12 malam supaya ada waktu untuk beres-beres. Karena nanti menyangkut masalah kebersihan Kota Bandung,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan