HAIJABAR.ID – Seorang pegawai Wi-Fi nyaris menjadi sasaran amukan warga setelah diduga melakukan pelecahkan secara verbal terhadap anak di bawah umur di wilayah Bogor Barat, Kota Bogor.
Peristiwa yang viral di media sosial itu kini menjadi perhatian masyarakat, sementara polisi telah mengungkap kronologi awal kejadian.
Pegawai Wi-Fi Diduga Lecehkan Anak di Bogor
Kapolsek Bogor Barat Kompol Didin Komarudin mengatakan, dugaan pelecehan tersebut diketahui orang tua korban setelah mendapat informasi dari tetangga yang mendengar pengakuan anaknya pada Kamis, (6/8/2026) malam.
Menurut Didin, setelah dikonfirmasi oleh orang tuanya, anak tersebut mengaku mendapat ucapan yang diduga bernada pelecehan dari petugas Wi-Fi.
“Menurut keterangan salah satu orang tua korban, peristiwa adanya pelecehan secara verbal yang dilakukan oleh petugas Wi-Fi diketahui dari tetangga. Setelah dinyatakan kepada anak yang bersangkutan, ia menyampaikan ucapan dari petugas Wi-Fi kepada anak tersebut, yaitu ‘kalau mau uang, buka baju,” kata Didin pada Jumat, (7/8/2026).
Nyaris Diamuk Warga
Informasi tersebut dengan cepat menyebar ke warga sekitar. Sejumlah warga kemudian mendatangi lokasi tempat pegawai Wi-Fi sedang memasang kabel untuk meminta klarifikasi.
Situasi sempat memanas hingga pegawai tersebut diamankan oleh warga bersama Ketua RT setempat.
Namun, untuk menghindari keributan yang lebih besar, pegawai Wi-Fi tersebut akhirnya diminta meninggalkan lokasi.
“Selanjutnya pelaku diamankan dan disuruh meninggalkan lokasi agar tidak terjadi keributan yang lebih besar. Sampai saat ini belum ada proses mediasi dan korban belum melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian,” kata Didin.
Polisi Ungkap Kronologi Dugaan Pelecehan
Secara terpisah, Polsek Bogor, Ipda Agus menjelaskan kronologi berdasarkan informasi yang diperoleh dari orang tua korban.
Menurutnya, saat itu teknisi Wi-Fi sedang memasang kabel ketika sejumlah anak perempuan mendatanginya sambil bercanda meminta uang.
“Jadi cerita dari orang tua korban, teknisi Wi-Fi itu sedang pasang kabel, lalu dibercandai sama anak-anak itu, ‘Mang, bagi duit, Mang’. Nah, mungkin terlontar kalimat begitu, si teknisi ini menjawab ‘kalau mau uang, buka celana, buka baju’. Tapi sekali lagi, ini cerita dari orang tua yang dapat keterangan dari anaknya,” kata Agus.
Ia menegaskan hingga kini teknisi tersebut tidak pernah diamankan oleh kepolisian karena situasi di lokasi sudah lebih dulu dikendalikan oleh warga.
“Jadi, karena menghindari massa dan takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, teknisi itu disuruh pulang. Tidak ada teknisi yang diserahkan ke kepolisian, orang tua korban belum melapor, dan tidak ada mediasi perdamaian juga,” imbuhnya.
Belum Ada Laporan Resmi
Hingga saat ini pihak kepolisian menyatakan belum menerima laporan resmi dari keluarga korban terkait dugaan pelecehan verbal tersebut.
Selain itu, proses mediasi antara kedua belah pihak juga belum dilakukan. Polisi masih menunggu apabila pihak korban memutuskan untuk membuat laporan resmi agar kasus dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Tinggalkan Balasan