HAIJABAR.ID – Kasus dugaan pemerkosaan menimpa seorang remaja berusia 15 tahun di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Korban yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebut diduga menjadi korban kejahatan seksual oleh tetangganya sendiri hingga hamil.

Kapolsek Rancabungur, Ipda Yudhi Widhiana, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah mendatangi keluarga korban dan mengarahkan mereka untuk membuat laporan resmi ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor.

“Kita sudah temui keluarganya, bibinya, kemudian kita arahkan agar membuat laporannya ke Polres, ke PPA Polres, kerena ini kan perkaranya khusus, menyangkut anak dan perempuan juga,” kata Yudhi pada Jumat, (31/7/2026).

Aksi Bejad Terbongkar Usai Perubahan Bentuk Badan Korban

Aksi bejad pelaku terbongkar setelah bibi korban mencurigai adanya perubahan fisik pada tubuh keponakannya.

Khawatir dengan kondisi tersebut, pihak keluarga lantas membawa korban ke puskesmas terdekat untuk menjalani pemeriksaan medis. Hasil tes menunjukkan fakta mengejutkan.

“Jadi awalnya ada bibinya yang curiga, karena ada perubahan bentuk badannya korban, kok agak beda mungkin, karena curiga gitu dibawalah ke puskesmas. Di sana dicek, hasilnya ternyata positif hamil,” kata Yudhi.

Mendapat informasi mendesak tersebut, Polsek Rancabungur bergerak cepat merangkul unsur pimpinan kecamatan dan pilar sosial untuk mendampingi keluarga korban.

“Jadi setelah dapat informasi begitu, kita ajak pihak kecamatan ke lokasi, kita ajak IPSM (Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat), karena kan anak dan perempuan pula ya. Ketemulah sama bibinya. Kemudian kita koordinasi sama PPA, kemudian kita arahkan agar korban dan keluarganya buat laporan ke PPA Polres Bogor,” jelasnya.

Korban Merupakan Anak Yatim

Korban diketahui merupakan anak yatim yang telah ditinggal pergi oleh ayahnya sejak masih berada di dalam kandungan.

Setelah dilakukan pendekatan, korban akhirnya berani angkat bicara dan mengungkap sosok terduga pelaku yang ternyata merupakan tetangganya sendiri.

“Akhirnya (korban) ngaku kalau yang melakukan itu si tetangganya. Saya sendiri nggak banyak menggali ya, jadi langsung didampingi ke polres aja. Jadi diduga, kita juga berdasarkan informasi dari anak itu, diduga pelakunya tetangganya itu,” ucap Yudhi.

Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani sepenuhnya oleh Satreskrim Polres Bogor demi menjamin perlindungan hukum dan psikologis korban.

“Korban sekarang masih di Polres, masih menjalani pemeriksaan di PPA,” jelasnya.