Bekasi Bersholawat Jadi Ikhtiar Perkuat Spiritualitas Warga, Pemkab Ajak Bangun Daerah Lewat Doa
HAIJABAR.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menilai kegiatan Bekasi Bersholawat yang digelar atas inisiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi menjadi ikhtiar untuk memperkuat spiritualitas masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi simbol sinergi antara ulama dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pembinaan karakter dan nilai keagamaan.
Bekasi Bersholawat Jadi Ikhtiar Perkuat Spiritualitas Warga
Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Setda Kabupaten Bekasi, Hudaya, mengatakan pembangunan daerah memerlukan keseimbangan antara pendekatan lahiriah dan spiritual agar mampu menciptakan masyarakat yang lebih kuat dan harmonis.
“Pembangunan tidak hanya membutuhkan pendekatan lahiriah tetapi juga perlu diperkuat dengan pendekatan spiritual. Semangat yang ingin disebarkan adalah untuk membangun daerah tidak cukup dengan upaya-upaya normatif tetapi juga dibarengi dengan spiritual,” kata Hudaya pada Jumat, (31/7/2026).
Hudaya menjelaskan, Bekasi Bersholawat menjadi momentum untuk mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, agar semakin mencintai dan membiasakan membaca sholawat sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus budaya positif di tengah masyarakat Kabupaten Bekasi yang majemuk.
Diharapkan Memberikan Dukungan Moral
Menurut Hudaya, kegiatan tersebut memiliki makna penting ditengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah.
Selain menjadi sarana syiar keagamaan, Bekasi Bersholawat juga diharapkan mampu memberikan dukungan moral dan memperkuat semangat kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah.
Ia menambahkan, penguatan nilai keagamaan sejalan dengan upaya Pemkab Bekasi dalam membangun daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infastruktur, tetapi juga pembentukan karakter masyarakat.
Bagian Peringatan Milad MUI dan Hari Jadi Kabupaten Bekasi
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Bekasi, KH Mahmud, mengatakan Bekasi Bersholawat merupakan bagian dari agenda rutin tahunan yang sekaligus memperingati Milad ke-51 MUI, menyambut Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi, serta Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.
Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi daerah, mulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya, penegakan hukum, hingga keamanan, memerlukan ikhtiar bersama melalui pembangunan dan doa.
“Salah satu doa yang memiliki keutamaan adalah membaca shalawat. Ini sebagai ikhtiar kita agar masyarakat Kabupaten Bekasi gemar membaca shalawat sampai akrab sengan shalawat,” katanya.
KH Mahmud yang juga pernah menjabat sebagai Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung periode 2015-2023 meyakini budaya membaca shalawat dapat memberikan keterangan sekaligus menumbuhkan optimisme masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Mudah-mudahan masyarakat dan pemimpin Bekasi mendapatkan rahmat, pertolongan dan ampunan Allah SWT. Saya yakin kalau ikhtiarnya dua, lahir dan batin, pelan-pelan tetapi pasti kita akan bisa menyelesaikan berbagai macam persoalan,” ucapnya.
Ia berharap kebiasaan membaca shalawat tidak hanya dilakukan karena adanya kegiatan atau perlombaan, tetapi tumbuh menjadi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Awalnya mungkin karena ada perlombaan tetapi nanti mudah-mudahan shalawat itu menjadi sebuah kebutuhan. Seperti anak kecil kita kasih hadiah untuk belajar shalat, akhirnya shalat menjadi sebuah kebutuhan. Kira-kira kegiatan kita arahnya ke sana,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan