HAIJABAR.ID – Polresta Cirebon menyelidiki penyebab kematian seorang ayah dan bayi laki-lakinya yang ditemukan meninggal dalam rumah yang terbakar di Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Jumat 31 Juli 2026.

Kasatreskrim Polresta Cirebon Kompol I Putu Ika Prabawa mengatakan penyidik masih mengumpulkan barang bukti dan memeriksa para saksi untuk memastikan apakah kedua korban meninggal akibat kebakaran atau terdapat penyebab lain.

“Untuk sementara, bukti-bukti sedang kita kumpulkan. Kemudian korban juga sedang kita proses untuk pelaksanaan autopsi, dan saksi-saksi sedang kita periksa,” katanya.

Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Menurut dia, kedua korban telah dievaluasi ke rumah sakit untuk menjalani autopsi, sementara tim inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Putu menegaskan kepolisian belum dapat menyimpulkan kondisi tubuh korban maupun penyebab kematian sebelum hasil autopsi dan pemeriksaan forensik selesai.

Ia mengatakan penyelidikan dilakukan dengan metode scientific crime investigation agar seluruh kesimpulan didasarkan pada alat bukti dan hasil pemeriksaan ilmiah.

Scientific crime investigation merupakan metode penyelidikan kejahatan yang memadukan teknik penyelidikan hukum dengan penerapan berbagai disiplin ilmu pengetahuan secara ilmiah.

Metode ini mengandalkan bukti akurat seperti tes DNA, laboratorium forensik, dan ragam digital untuk menemukan kebenaran materil.

Warga Temukan Korban Saaat Padamkan Api

Berdasarkan informasi yang dihimpun, asap hitam yang terlihat dari rumah korban sekitar pukul 09.45 WIB.

Warga kemudian berupaya memadamkan api dan mendobrak pintu rumah yang terkunci.

Tetangga korban, Kristianto (42), mengatakan api terlihat paling besar dari bagian kamar sebelum menjalar ke bagian belakang rumah.

“Iya, warga langsung keluar semua untuk membantu. Kalau dari kepulan asap sih banyak. Kalau apinya adanya di kamar-kamar, sampai ke belakang,” ujar Kristianto, Jumat (31/7/2026).

Setelah berhasil masuk, warga menemukan bayi di dekat jendela dan ayahnya berada di area dapur dekat wastafel.

“Kalau yang kecil (bayi enam bulan) itu ada di dekat jendela. Kalau bapaknya ada di wastafel di belakang, di dapur. Kondisinya sudah terkapar,” ucap dia.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon Eno Sudjana mengatakan pihaknya menerima laporan pada pukul 09.50 WIB dan langsung mengerahkan dua unit pemadam dari Sektor Weru dan Palimanan.

Api berhasil dipadamkan pada pukul 10.29 WIB sebelum lokasi dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.